0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Persiapan Detik-detik Waisak di Candi Sewu

Persiapan menata altar utama perayaan Waisak di Candi Sewu, Klaten. (foto: Aditya)

Klaten – Jelang Hari Tri Suci Waisak, ratusan umat Budha yang tergabung dalam Keluarga Budhayana Indonesia (KBI) sudah memenuhi pelataran Candi Sewu, kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Sabtu (21/5). Perayaan Waisak 2560 BE/2016 ini mengusung tajuk Transformasi Mental dengan Damai dan Harmoni.

“Detik-detik Waisak yang dipusatkan di Candi Sewu ini jatuh pada hari Minggu 22 Mei pukul 04.14.16 WIB,” kata salah seorang panitia, Siswanto, Sabtu (21/5).

Diterangkan, momentum Waisak yang ditunggu umat Budha ini untuk mengingat dan merenungkan makna spiritual dari lahir, perjuangan dan keberhasilan dalam mengatasi penderitaan hidup, hingga wafatnya Seo Sidharta Gautama menjadi Budha di Bodhgaya. Tiga peristiwa besar terjadi pada bulan purnama itulah yang direnungkan setiap tahun.

foto: Aditya

foto: Aditya

“Detik-detik Waisak setiap tahunnya selalu berbeda. Yang jadi patokan adalah bulan purnama atau astronomi,” terang Siswanto.

Dari pantauan Timlo.net, altar utama berlatarbelakang Candi Sewu sudah berdiri. Sejumlah biksu serta air suci dari 7 mata air juga sudah mulai berdatangan. Diperkirakan 5.000 umat Budha dari Jawa Tengah dan DIY akan menghadiri puncak Waisak.

foto: Aditya

foto: Aditya

“Air suci dari Umbul Jumprit, Pikatan, Senjoyo, Candi Umbul, Jolotundo, Umbul Pengging, dan Sendang Pitutur, serta api abadi dari Mrapen Grobogan, Purwodadi, akan dipersembahkan di altar utama. Nanti ritual Pradaksina atau mengelilingi candi menyambut detik-detik Waisak akan dimulai pukul 01.00-03.00 WIB,” jelas Siswanto yang juga seksi acara.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge