0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ana Garini Memaknai Waisak

foto: Aditya
Arak-arakan air suci untuk merayakan Waisak di Candi Sewu. (foto: Aditya)

Klaten – Duduk bersila di bawah pohon rindang, sorot mata Ana Garini memandang jauh Candi Sewu. Biksuni atau biarawati perempuan asal Sekolah Tinggi Agama Budha Smaratungga, Ampel, Boyolali ini datang sejak Sabtu (21/5) pagi untuk mengikuti perayaan Hari Tri Suci Waisak BE/2016 di candi yang masuk dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.

“Sedang berdiam diri melihat ke dalam. Merenung, memperhatikan nafas, dan batin. Karena objek meditasi bisa datang melalui diri sendiri,” kata Ana Garini.

Berkepala plontos, mengenakan setelan baju putih, Ana sudah dua kali ini merayakan Detik-Detik Waisak di Candi Sewu. Ia mengaku kagum dengan bangunan candi yang dibuat pada abad ke-8 itu.

Berdasarkan kisah legenda Roro Jonggrang, candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur ini dibuat dalam waktu semalam oleh orang yang benar-benar termotivasi untuk meraih sesuatu.

foto: Aditya

foto: Aditya

“Tidak mungkin membuat candi seagung dan semeagah ini dalam waktu yang teramat singkat. Jika kita renungkan, seberapa perjuangan, sekeras apa tantangannya, dan berapa banyak rintangannya, kita bisa mencontohnya. Ada nilai postif yang bisa kita petik dari Candi Sewu hingga berdiri sampai sekarang dan menjadi saksi sejarah kemahsyuran bangsa Indonesia,” ucap Ana.

Merenungkan momen Waisak, menurut dia, ibarat melihat air dalam botol yang bercampur kotoran lalu digoncang-goncang. Ketika air sudah tenang nanti akan muncul endapan yang kotor dan air yang jernih.

“Nah begitu juga dalam diri kita merenungkan Waisak. Jernihnya air yang melambangkan kebaikan itu kita pertahankan dan tambah. Sebaliknya endapan kotoran yang melambangkan dosa dalam diri kita kurangi. Maka kita bisa menjadi sosok individu yang bijaksana dalam ucapan, pikiran, dan tingkah laku yang kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk semua makhluk. Sehingga akan menjadi indah pada awalnya, pertengahan, hingga akhirny,” tutur dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge