0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tren Bisnis Online Mulai Bergeser

foto: David
River Maya (foto: David)

Solo — Beberapa waktu lalu, bila orang-orang yang berkecimpung di bisnis online biasanya membuat situs dan blog. Mereka lantas memasang iklan dari layanan iklan Google, Adsense atau Amazon di situs atau blog untuk menghasilkan uang. Tapi tren bisnis online beberapa tahun belakangan ini ternyata mengalami perubahan.

“Sekarang banyak orang memilih berjualan online di Instagram dan Line,” terang pebisnis online dan internet marketer, River Maya, di sela-sela acara Entrepreneur Gathering 2016 yang digelar di The Sunan Hotel, Sabtu (21/5).

Pebisnis yang memakai cara ini biasanya membuat akun di Instagram dan mengupload foto produk-produk mereka. Lalu mereka membayar pemilik akun Instagram yang memiliki banyak follower untuk mempromosikan produk mereka (endorse).

Kisaran harga yang dikeluarkan pebisnis online untuk membayar endorsement (promosi) dari pengguna Instagram yang popular mulai dari Rp 50.000 hingga jutaan rupiah.

“Untuk pengguna Instagram yang memiliki follower 100 ribu ke atas biasanya membuka jasa endorsement mulai dari Rp 50.000 per hari. Sementara yang followernya lebih banyak, biasanya memasang biaya jutaan rupiah per hari untuk promosi,” terang River Maya.

Untuk pemesanan dan pertanyaan terkait produk yang mereka jual, para pebisnis ini biasanya memakai layanan Line.

“Mereka biasanya memiliki id Line official untuk menerima pesanan dan menjawab pertanyaan calon pembeli,” terang wanita kelahiran Solo, 11 Juni itu.

Sementara Facebook biasanya justru dipakai oleh para internet markerter yang lebih berpengalaman.

“Untuk internet marketer dan pebisnis online yang lebih berpengalaman, mereka biasanya memakai Facebook untuk beriklan karena menyediakan tool yang lebih spesifik dan tertarget,” terangnya.

Menurut lulusan teknologi pertanian di Institut Pertanian Stiper (Instiper) tersebut, Instagram dan Line memang menjadi dua alat populer untuk mempromosikan bisnis mereka karena kemudahannya.

“Kalau memang omzet penjualan dengan menggunakan dua alat itu untuk promosi itu sudah memuaskan, mereka tidak perlu membuat toko online atau situs sendiri,” terangnya.

“Kecuali kalau mereka ingin mengembangkan brand mereka, barulah mereka bisa mempertimbangkan membuat toko online atau situs tersendiri,” jelas dia.

Baca: River Maya Sukses di Dunia Online Tanpa Latar Belakang Teknologi

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge