0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Romi: Jangan Ambil Jatah Menteri dari PPP

merdeka.com
Romahurmuziy (merdeka.com)

Timlo.net — Partai Golkar memutuskan keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP), koalisi bentukan pada masa Pemilihan Presiden 2014. Secara resmi Golkar akan mendukung penuh pemerintah Joko Widodo (Jokowi). Dengan keputusan itu, isu jatah kursi menteri dari partai berlambang beringin pun menguat.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyambut baik dukungan Golkar terhadap pemerintah, artinya hal itu akan menambah keyakinan pemerintahan berjalan lebih efektif. Namun, untuk urusan jatah menteri Romy menyerahkan kepada presiden lantaran merupakan hak prerogatif.

“PPP kan cuma satu (menteri di kabinet kerja), masa mau dikurangi lagi. Posisi yang pernah disampaikan oleh presiden yang tidak mau ada parpol yang dominan di kabinet itu hanya menyisakan 1 kursi saja. Karena dari 34 kursi kementerian dan lembaga yang ada di kabinet sudah 16 dari parpol,” ujar Romi kepada wartawan di XXI Ballroom Djakarta Theatre, Jumat (20/5).

Sekali lagi, Romi menegaskan bahwa urusan reshuffle merupakan hak presiden. Kalaupun mendapatkan jatah menteri, Romi melihat hal itu sebagai konsekuensi dukungan Golkar kepada pemerintah.

“Jadi kalau ada jatah kursi atau apapun sebagai konsekuensi Golkar mendukung pemerintahan itu hal yang biasa dan itu hak prerogatif presiden,” jelas dia. [rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge