0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waduh, Dana Operasional Bupati Tinggal Rp 23 Juta

timlo.net/agung widodo
Bupati Sragen, Yuni-Dedy memberi keterangan pers (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Setelah pergantian kepemimpinan, dana operasional Bupati Sragen tinggal menyisakan angka yang sangat minim. Dari jumlah total Rp 390 juta dalam APBD 2016, sekarang tinggal sebesar Rp 23 juta. Kondisi ini bisa berdampak pada terhambatnya sejumlah kegiatan bupati.

“Kalau melihat sisa anggaran bupati yang ada, jelas tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan kedinasan maupun sosial,” kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Jumat (20/5).

Namun demikian Yuni berharap hal tersebut tidak sampai mengancam kegiatan bupati. Dia sendiri mengaku belum tahu persis rincian anggaran bupati untuk tahun 2016. Pasalnya dana operasional tersebut dianggarkan ketika masih pemeritahan yang lama.

Lain halnya dengan dana operasional wakil bupati. Dari jumlah anggaran sebesar Rp 210 juta, masih tersisa sebesar Rp 135 juta. Untuk mengantisipasi agar kegiatan bupati berjalan, Yuni telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati, Dedy Endriyatno. Dirinya juga tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Yang lebih utama, Sragen tetap guyup rukun.

Ketua Devisi Hukum dan HAM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Sri Wahono menyatakan, dengan kondisi dana operasional bupati yang tinggal Rp 23 juta dinilai sangat janggal. Lantaran masa anggaran tahun 2016 baru berjalan empat bulan. Artinya, anggaran yang seharusnya digunakan untuk kegiatan satu tahun telah terserap lebih dari 94 persen

“Karena penggunaan anggaran itu terjadi dalam masa transisi pemerintahan lama dan baru, diharapkan adanya audit dengan teliti, terutama kondisi keuangan bupati,” kata Wahono.

Bupati dan Wakil Bupati Sragen, Yuni-Dedy memberi keterangan pers

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge