0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Tol Soker Terhambat, Ini Penyebabnya

timlo.net/agung widodo
Jalan Desa Banyuurip terlalu sempit dan rawan banjir (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pihak PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) berjanji akan menyampaikan semua keluhan warga yang dilintasi Jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Ada sejumlah titik yang selama ini menjadi keluhan warga di Kecamatan Sambungmacan, Gondang dan Sidoharjo terkait pembuatan overpass, saluran air dan jembatan penyeberangan.

“Semua yang menjadi keluhan warga akan kita sampaikan kepada BPJT. Karena kami hanya sebagai pelaksana di lapangan, tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan,” kata Dirut PT SNJ, David Wijayatno, Kamis (19/5).

Sementara itu dalam peninjauan di sejumlah titik mulai dari Desa Gringging, Banyuurip dan Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno bersama PT SNJ danPT Waskita mendapat keluhan dari warga setempat. Warga menginginkan agar akses jalan desa dibuat di bawah atau underpass. Sedangkan pihak PT SNJ sendiri sudah terlanjur memasang tiang untuk pembuatan overpass.

“Kalau warga Gringging tetap minta jalan dibuat underpass. Sebab kalau overpass nanti semua akses bakal tertutup, nggak bisa sama sekali baik untuk ke sekolah, makam dan lain-lain. Tidak ada jalan alternatif,” kata Kepala Desa Gringging, Gatot Yunianto kepada Timlo.net.

Tidak hanya itu warga di Desa Banyuurip juga mengeluhkan sempit dan rendahnya jalan penghubung antar dukuh yang dibuat underpass. Lantaran sangat sempit sehingga jalan tersebut tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan besar seperti truk atau mobil pemadam kebakaran. Warga di tiga desa tersebut juga memrotes pembuatan gorong-gorong yang terlalu sempit.

“Belum lagi kalau hujan, jalan itu pasti tergenang air. Karena wilayah sini adalah rawan banjir,” kata salah satu tokoh masyarakat Banyuurip, Yoko.

Wakil Bupati Dedy Endriyatno mengatakan, masalah ini baru muncul setelah PT SNJ terlanjur melakukan pembangunan overpass untuk jalan akses warga. Ini terjadi lantaran sebelumnya tidak ada komunikasi antara pihak pengelola jalan tol dengan warga.

“Masalahnya ini adalah proyek nasional, kalau proyek kabupaten sudah langsung dapat diselesaikan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge