0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prostitusi Online Anak Diungkap, Mucikari Ditangkap

merdeka.com
Ilustrasi Prostitusi (merdeka.com)

Timlo.net — Satuan Resor Kriminal Polres Jakarta Selatan kembali mengungkap kasus prostitusi online dengan korban anak di bawah umur. Mucikari berinisial N (25) alias S ditangkap di Apartemen Kalibata City yang juga menjadi tempat dilakukan prostitusi.

Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan, kasus pemerkosaan terhadap anak yang saat ini ramai diperbincangkan dipicu dari adanya prostitusi yang terjadi di lingkungan permukiman.

“Jadi prostitusi bukan terjadi di tempat prostitusi saja, di lingkungan juga ada. Faktanya terjadi di lingkungan permukiman di lingkungan warga atau lingkungan perumahan salah satunya kejadian di Kalibata City ini,” kata Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polres Jakarta Selatan, Kamis (19/5).

Lebih lanjut, Tubagus menjelaskan, prostitusi yang dilakukan N ini dilakukan secara online lewat sebuah situs. Prostitusi yang telah berjalan selama 2,5 tahun ini dilakukan secara apik. Sebab, meski ditawarkan secara online, mucikari N cukup selektif dalam memilah pelanggan.

“Yang unik dari kasus ini tidak terbuka. Tetapi melalui situs online melalui dan tidak semua orang bisa masuk dan tidak bisa juga langsung memesan,” jelas Tubagus.

Sebelum akhirnya bisa memesan wanita penghibur yang dimilikinya, pelanggan harus menjalani serangkaian proses hingga dapat dilakukan pemesanan.

“Dia harus proses tertentu, bergaul di lingkungan itu baru dikirim beberapa nama yang akan digunakan,” kata Tubagus.

Tarif yang ditawarkan bervariasi mulai dari harga Rp 350.000 – Rp 500.000 setiap 45 menit. Selain mendapatkan wanita penghibur, N juga memberikan segala fasilitas yang dibutuhkan. Seperti tempat hingga alat kontrasepsi.

“Yang bersangkutan bukan hanya berperan sebagai perantara tetapi juga menyediakan fasilitas prostitusi tersebut di lingkungan rumah atau kamarnya di salah satu apartemen,” ungkap Tubagus.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni uang tunai Rp 960.000, dua buah ponsel merk samsung, satu buku catatan, dua pack alat kontrasepsi, enam butir obat primolut (obat kuat), tiga buah celana dalam, dan tiga buah bra.

Atas perbuatannya itu tersangka N dijerat pasal berlapis. Pasal 88 UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Pasal 296 KUHP tentang mengadakan/mempermudah perbuatan cabul dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. Serta pasal 56 KUHP tentang Mucikari dengan ancaman hukuman tiga bulan.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge