0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Spanduk Bernada Politis Warnai Aksi Penolakan SSA

Spanduk Bernada Politis saat Aksi Penolakan SSA (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sejumlah spanduk berbau politis terpampang selama aksi salat hajat dalam rangka menolak Sistem Satu Arah (SSA) di daerah Laweyan. Peserta aksi menduga penerapan SSA di Jalan Radjiman, Agus Salim, dan Perintis Kemerdekaan dilakukan untuk mempersulit warga Laweyan yang didominasi kubu lawan politik walikota.

“Apakah karena kaum muslimin laweyan tidak memilihmu kemudian kamu dendam terhadap semua warga Laweyan,” demikian bunyi salah satu spanduk.

“Apa kamu sengaja menyatakan perang terhadap kami,” kata spanduk yang lain.

Dua spanduk tersebut terpasang di pagar pembatas yang digunakan untuk menutup jalan Radjiman.

Dikonfirmasi, pimpinan aksi, Kyai Muhammad Ali atau akrab disapa Abah Ali memastikan aksi tersebut tidak memiliki muatan politis. Mengenai spanduk tersebut, ia menerangkan itu hanya opini sebagian masyarakat saja.

“Siapa pun boleh beropini. Kita tidak bisa melarang. Justru aksi ini kami adakan supaya masyarakat punya sarana menyalurkan aspirasi mereka. Kalau tidak saya khawatir mereka akan bertindak sendiri dan tidak terkendali,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga yang terdampak SSA menggelar aksi salat hajat dan doa bersama di Jalan Radjiman. Jalan yang kini menjadi satu arah itu sempat ditutup selama aksi berlangsung.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge