0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Operasi Patuh, Sejumlah Atribut TNI Dicopoti

timlo.net/heru murdhani
Operasi Patuh denpom (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Seorang warga Kelurahan Nusukan Solo, Suripto, terpaksa menyerahkan jaket doreng miliknya kepada anggota Datasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo, Rabu (18/5). Dia mengaku tak tahu jika warga sipil dilarang untuk mempergunakan seragam dan atribut resmi milik TNI.

“Saya tidak tahu, jaket itu juga pemberian keponakan saya,” kilahnya sembari menyerahkan jaket kepada petugas.

Sedikitnya 14 orang anggota Denpom IV/4 Solo diterjunkan dalam operasi gabungan Patuh Candi 2015. Operasi ini ditujukan bagi anggota TNI maupun kendaraan pribadi yang didapati tertempel stiker berlambang TNI. Termasuk diantaranya adalah alat-alat kedinasan, seperti Jaket doreng, Celana doreng, dan lainnya.

Hasilnya, beberapa stiker TNI dicopot dari sejumlah kendaraan yang terjaring razia. Selain itu Denpom juga mengamankan satu buah sepeda motor tanpa plat nomor yang dikendarai oknum TNI.

“Katanya plat nomornya jatuh dijalan, dan dia tidak sadar. Tapi sudah kami amankan,” ungkap Perwira Seksi (Pasi) Pemeliharaan Ketertiban Denpom IV/4 Surakarta, Kapten CPM Eko Heriyanto.

Anggota masyarakat yang terjaring razia kemudian didata kemudian dilakukan pembinaan singkat. Sedangkan untuk anggota yang terkena razia ditindak sesuai dengan undang-undang.

Dia mengatakan, kegiatan semacam ini telah kerap dilaksanakan oleh pihak Denpom. Dikatakan bahwa selain Operasi Patuh Candi 2016, kegiatan seperti akan terus ditingkatkan secara berkala.

“Terus kita tingkatkan razia semacam ini, agar tidak terjadi penyalahgunaan atribut TNI oleh masyarakat. Selain itu juga untuk menyasar angota yang tidak tertib,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge