0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Bakal Panggil Pengelola Parkir Stasiun

timlo.net/ichsan rosyid
Taman Parkir Stasiun Purwosari (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo menghimbau agar pengelola parkir di Stasiun Purwosari dan Balapan mengurungkan rencana penerapan tarif parkir progresif. Penerapan tersebut dinilai memberatkan publik, khususnya pengguna jasa kereta api.

“Kami belum tahu pasti apakah memang akan naik atau tidak. Kalau memang naik, pengelola parkir akan kita panggil,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran, M Usman, Rabu (18/5).

Ia menilai, UPTD Perparkiran berhak memanggil pengelola parkir terkait penerapan tarif progresif tersebut. Alasannya, pengelola parkir hanya bisa beroperasi setelah mengantongi ijin dari Pemerintah Kota.

“Kita bisa panggil. Ini masih kita bicarakan. Kalau memang penerapan tarif di sana melanggar, bisa saja kita cabut ijin pengelola parkirnya,” kata dia.

Peraturan Daerah No 5 tahun 2016, mengatur tarif parkir di lahan khusus parkir sebagai berikut. Untuk kendaraan bermotor dikenakan Seribu Rupiah dan mobil Rp 2 Ribu. Tarif Retribusi Tempat Khusus Parkir dapat bersifat Progresif.

Dibanding dengan Perda tersebut, tarif parkir di Stasiun Purwosari dan Balapan tidak menyalahi peraturan yang ada. Namun kebijakan baru itu dirasa berat oleh para komuter Solo-Yogja.

“Saya setiap hari berangkat kerja naik Prameks dari Purwosari. Kalau tarif parkir di sana beraku progresif, jelas sangat berat. Setiap hari harus keluar Rp 5 ribu hanya untuk parkir. Belum lagi tiket keretanya,” keluh salah satu penumpang kereta, Ariefa.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge