0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wonogiri Mulai Digeber Program Kartu Tani

dok.timlo.net/tarmuji
Sosialisasi Bakorluh Jateng di Wonogiri tentang Kartu Tani (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setelah rampung di Kabupaten Batang, kini giliran Wonogiri digeber program Kartu Tani. Pendataan program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini diharapkan rampung bulan Mei ini.

“Kartu iniĀ  berfungsi sebagai alat penebus pupuk bersubsidi bagi petani. Yang ke depannya dapat digunakan sebagai alat multifungsi,” ungkap Kepala Bakorluh Jateng Sugeng Riyanto melalui Pelaksana Teknis Kegiatan Bakorluh Jateng, Dani Harun, Selasa(18/5).

Selain mempermudah pembelian pupuk bersubsidi,dengan adanya kartu tani,jumlah petani secara riil di Wonogiri terdata dengan jelas. Dan bahkan menutup celah penyimpangan, karena setiap ada penyimpangan akan terdekteksi.Kartu ini menurutnya efektif berlaku pada 2017 mendatang.

“Karena nanti petani hanya tinggal menggesek pada alat yang sudah disiapkan di pengecer,namanya Edisi Elektronik Capture, akan muncul data kuota kebutuhan pupuk petani selama setahun. Pengadaaan kartu ini kerjasama dengan BRI,” jelasnya.

Disebutkan, petani selama sosialisasi digelar, mereka mangaku ribet dengan penggunaan kartu tani ini. Lantaran bentuk fisiknya menyerupai ATM, yang pastinya mereka harus memiliki rekening di bank.

“Padahal kartu ini fleksibel, yang tak punya rekening pun, petani bisa beli pupuk. Nanti kan dia akan dapat print outnya dari mesin itu tadi, kemudian dia bayar sesuai kebutuhan dan menambah biaya Rp 1.000, untuk biaya transfer pembayaran ke bank. Apalagi yang sudah punya saldo di bank itu, lebih mudah lagi,” terangnya.

Sedang syarat petani dapat memiliki kartu ini pun cukup mudah. Di antaranya, petani harus menjadi anggota kelompok tani, punya lahan garapan dengan menunjukkan bukti berupa surat pemberitahuan pajak terhutang(SPPT) dan KTP. Dengan kartu ini pula, pemerintah dapat mengetahui, mana petani kaya, mana petani gurem.

“Jadi kartu ini mengkaver semua lapisan petani, mulai dari petani pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan,” katanya.

Pihaknya pun mengakui jika di dalam pendataan, di Wonogiri muncul fenomena, salah satunya minimnya jumlah penyuluh PNS dibandingkan luas lahan pertanian. Yakni 98 personel PNS yang mengkaver 25 kecamatan 259 desa/ kelurahan.

“Hebatnya di Wonogiri, dalam pendataan ini memberdayakan penyuluh dari para petani,” tandasnya.

Penyuluh lapangan Kecamatan Wonogiri Kota, Bambang N mengatakan, selama sosialisasi kartu tani dilakukan, ada beberapa kendala yang terjadi, kesulitan pada saat petani dimintai KTP.

“Mereka mengaku direpotkan dengan pendataan ini, apalagi kebiasaan mereka selama ini kan, ada pupuk lalu dibayar.Jadi mereka beranggapan dengan kartu tani ini malah menyusahkan petani,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge