0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menjijikkan, Sampah Pasar Induk Keluarkan Belatung

dok.timlo.net/aditya wijaya
(Ilustrasi) Tumpukan sampah (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Tempat  pembuangan sementara (TPS) Pasar Induk Klaten diserbu belatung. Binatang menjijikkan itu muncul dari balik tumpukan sampah yang menggunung di pasar yang terletak di jantung Kota Bersinar tersebut.

“Menjijikkan Mas. Kalau lama-lama ada tumpukan sampah, belatung, dan lalat, apa kami kuat. Bisa-bisa itu jadi penyakit,” kata pedagang buah, Endang (50), Rabu (18/5).

Karena risih dipandang, menurut dia, pedagang bergantian menyapu sampah bercampur belatung itu. Mereka juga menumpahkan kekesalannya dengan menempelkan kertas bertuliskan “Di sini Pedagang Cari Makan Bukan Cari Penyakit.”

Kekesalan serupa juga diungkapkan Kustini (55), juga pedagang. Sejak sampah berhenti diangkut, sudah sepekan terakhir ia terpaksa  pindah berjualan di teras kios Sembako. Sebab, lapaknya yang berdekatan dengan TPS sudah tertutup luberan sampah.

”Tidak mungkin jualan di lapak lama. Karena bau sampah menyengat dan banyak belatung, pembeli sudah jijik duluan. Mana ada yang mau beli kalau banyak belatung. Jadinya omset pedagang ya turun,” kata perempuan yang sehari-hari berjualan pisau, tahu, dan tempe.

Menanggapi itu, Lurah Pasar Induk Klaten, Badarudin mengaku, tidak bisa berbuat banyak. Sejak Minggu (8/5) lalu, atau sudah 11 hari sampah di Pasar Induk tidak diangkut.

“Ya mau bagaimana lagi. Itu yang ngangkut instansi lain. Kami hanya bisa merapikan tumpukan sampah itu agar tidak meluber ke jalan,” ujar Badarudin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge