0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Naskah Braille Tak Dikirim, Soal Terpaksa Dibacakan Pengawas

Siswa tuna netra mengerjakan Ujian Nasional tanpa soal braille (dok.timlo.net/tyo eka)

Karanganyar – Naskah ujian berhuruf braille untuk siswa tunanetra di SDLB Karanganyar tidak dikirim. Akibatnya soal terpaksa dibacakan oleh guru pengawas, dan kemudian dikerjakan oleh siswa dengan lembar jawaban braille.

“Sudah dua hari ini pengawas harus membacakan soal dan baru dijawab siswa,” jelas Kepala SDLB Karanganyar Darya Sunaryo, Selasa (17/5).

Darya mengatakan, tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya soal menggunakan huruf braille untuk siswa berkebutuhan khusus itu selalu dikirim. Namun entah kenapa tahun ini tidak dikirim.

“Kami akan melaporkan ke Dinas Dikpora agar hari berikutnya soal huruf braille dikirim. Sebab siswa harus dua kali konsentrasi. Pertama mendengarkan bacaan soal, kedua mengerjakan. Tentu ini menambah kesulitan mereka,” kata dia.

Kalau soal hari pertama yang pelajaran Bahasa Indonesia masih agak mendingan. Tetapi kalau soal mata pelajaran Matematika, tentu kesulitannya akan semakin berat. Karena pihaknya berharap persoalan itu segera diatasi.

Kepala Dinas Dikpora Sutarno mengatakan, baru mendapatkan laporan soal tidak dikirimnya soal braille untuk siswa tunanetra, setelah ujian hampir selesai. Padahal setelah dicek, ternyata soal sudah dikirim dari Jakarta.

“Sebetulnya semua sudah disiapkan, namun karena banyaknya urusan UN sehingga bisa saja panitia sedikit keselip dan soal tidak terkirim. Kalau saja kepala sekolah berkoordinasi terus dengan panitia, sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi.”

Karena itu pihaknya sudah meminta panitia agar harus seterusnya soal huruf braille bisa dikirim ke SDLB. Apalagi cuma satu siswa, sehingga diharapkan bisa diteliti ulang. Kepala Sekolah juga perlu mengecek, kalau nanti keselip lagi, bisa lansung ke Kantor Dinas mengambil soalnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge