0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Tolak Tarif Parkir Progresif di Stasiun

timlo.net/ichsan rosyid
Taman Parkir Stasiun Purwosari (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo menyayangkan penerapan tarif parkir progesif di taman Parkir Stasiun Puwosari. Hal itu dinilai memberatkan masyarakat pengguna jasa kereta api karena dengan diterapkannya tarif progresif, biaya parkir menjadi mahal.

“Mestinya PT KAI koordinasi dulu dengan Pemkot. Kalau sehari Rp 5 Ribu berarti satu bulan sama saja Rp 150 ribu kalau tinggal di Solo dan kerja di Jogja,” tegas Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (17/5).

Menurutnya, penerapan tarif parkir progresif di Stasiun Purwosari justru kontra produktif terhadap program pemerintah mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Pasalnya, dengan tingginya tarif parkir di stasiun otomatis biaya transportasi umum di stasiun meningkat.

“Nanti masyarakat akan kembali menggunakan kendaraan pribadi, akhirnya macet dan menimbulkan kecelakaan,” kata Rudy.

Ia menambahkan, penerapan tarif progresif di Stasiun terlalu memberatkan masyarakat. Hal itu akan berdampak pada angka kemiskinan ang akan kian sulit diperbaiki.

“Kita sekarang ini untuk memenuhi Kriteria Hidup Layak (KHL) saja sulit. Apalagi ini ditambah tarif progresif. PT KAI jangan hanya memikirkan profit,” tegasnya.

Perlu diketahui, mulai 1 Juni mendatang, tarif parkir di Stasiun Purwosari dan Balapan akan menggunakan sistem progresif. Untuk kendaraan bermotor akan dikenakan tarif Rp 2 Ribu untuk dua jam pertama. Biaya parkir motor bertambah Seribu Rupiah per jam dengan batas tarif maksimal Rp 5 Ribu. Sementara untuk kendaraan mobil, dikenakan tarif Rp 3 Ribu untuk 2 jam pertama, bertambah Seribu Rupiah setiap satu jam dengan batas maksimal Rp 10 Ribu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge