0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Satya Wacana Terhenti di Play Off

Mario Wuysang di jaga ketat pemain Satya Wacana Salatiga Andre Adriano-IBL (timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Selesai sudah perjalanan wakil Jateng, Satya Wacana Salatiga (SWS) di kompetisi IBL musim 2016 ini. Respati Ragil Pamungkas dkk harus terhenti di babak play-off alias delapan besar, usai dikandaskan CLS Knight 52-62, di Britama Arena, Selasa (17/5) sore.

Pada kuarter pertama, M Isman Thoyib membuka poin untuk CLS Knights. Satya Wacana pun tidak kalah semangat. Respati Ragil Pamungkas yang menjadi mesin pencetak angka timnya, mengeluarkan kemampuan tembakan tiga angkanya sejak awal. Ia memasukan setengah dari total empat tembakan. Jual-beli serangan pun tidak terhindarkan. Skor berakhir ketat 20-19 untuk Satya Wacana.

Selanjutnya perlawanan masing-masing tim cukup sengit. Namun, CLS Knights mulai menurunkan tim cadangan mereka di kuarter kedua. Mereka hanya mencetak dua angka di dua menit pertama sementara lawannya hanya mampu menambah satu.

Lima menit kemudian, Kepala Pelatih Wahyu Widayat Jati menurunkan pilar utama CLS Knights. Terlebih lagi, ia mengubah pertahanan mereka sampai menekan ke wilayah lawan. Satya Wacana mendapat tekanan dari awal mereka menyerang. Itu membuat mereka kesulitan sampai tertinggal cukup jauh. Margin delapan angka dari lawan tak terhindarkan. Kedudukan 36-28 masih untuk CLS Knights.

Setelah turun minum, CLS Knights melanjutkan keunggulan mereka. Sandy Febiansyakh memasukan tembakan tiga angka pertamanya di kuarter ketiga ini. Padahal di kuarter lalu ia gagal terus. Raihan tiga angkanya tidak mewah sampai pertandingan berakhir (18,18 persen).

Sementara itu, Musthofa Ramadhan dari Satya Wacana mesti berurusan dengan pelanggaran. Ia baru saja melakukan pelanggaran keempatnya dan menepi sementara. Ia baru bermain lagi di menit-menit akhir kuarter ini dengan satu nyawa tersisa. Kedudukan 47-38 untuk CLS Knights.

Kedua tim memainkan permainan ketat di kuarter akhir. Hanya saja CLS Knights terus memimpin. Tidak ada lagi pemandangan skor ketat. Field goal andalan Satya Wacana, Respati Ragil, juga tertahan di 20,83 persen. CLS Knights memenangkan duel dengan hasil akhir 62-52.

Pelatih Satya Wacana, Efri Meldi mengakui lawannya masih terlalu kuat. Para pemainnya pun diakuinya telah berjuang maksimal dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Efri berharap musim depan mereka akan kembali lolos ke babak play-off dengan peringkat yang lebih baik lagi.

“Kami sudah berhasil meredam fast break lawan, tapi kami kalah dalam ofensif rebound, namun saya berterima kasih kepada para pemain yang telah berjuang dengan sekuat tenaga,” terang Efri Meldi usai pertandingan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge