0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggaran Cekak, Honor Komite Museum Radya Pustaka Disunat

timlo.net/ichsan rosyid
Ketua Komite Museum Radya Pustaka, Purnomo Subagyo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Honor Komite Museum Radya Pustaka terpaksa dipangkas hingga 46 persen. Keputusan pahit itu terpaksa diambil Ketua Komite Museum, Purnomo Subagyo setelah ada arahan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar komposisi gaji dibatasi hanya 40 persen dari dana hibah dan sisanya sebanyak 60 persen untuk operasional museum.

“Ada arahan seperti itu. Terpaksa banyak honor yang kita pangkas,” kata Purnomo ketika ditemui di Balai Kota, Selasa (17/4).

Namun Purnomo tidak segera menjalankan arahan tersebut. Pasalnya, setelah dihitung-hitung, ternyata alokasi honor anggota komite dan karyawan hanya Rp 10 juta per bulan. Sementara jumlah total komite dan karyawan ada 12 orang.

“Akhirnya kita minta ke DPPKA (Dinas Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset – Red) agar komposisi gaji dan operasional bisa masing-masing 50 persen,” bebernya.

Pada termin terakhir Mei lalu, Museum Radya Pustaka menerima dana hibah sebesar Rp 300 juta untuk operasional dan gaji karyawan. Setelah disesuaikan dengan arahan DPPKA tersebut, Purnomo masih harus memangkas honor empat orang anggota komite museum yang semula Rp 3 Juta per bulan per orang menjadi Rp 1,8 Juta. Honor pembina sebesar Rp 1 Juta per bulan pun terpaksa dihapuskan.

“Honor piket hari libur juga kita hilangkan. Biasanya kalau hari libur, karyawan kita beri Rp 50 ribu per hari satu orang,” terangnya.

Kendati demikian, gaji karyawan museum tidak mengalami perubahan. Museum Radya Pustaka saat ini memiliki delapan orang karyawan dengan gaji bervariasi mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta. Dari total karyawan itu, tiga di antaranya merupakan tenaga bantuan dari Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah yang menerima gaji langsung dari BPCB.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge