0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudah Jarang Hujan, Petani Mulai Sedot Air

dok.timlo.net/nanin
Petani mulai menyedot air untuk irigasi sawahnya (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hujan yang sudah mulai jarang turun, petani di Banyudono, Boyolali mulai menggunakan pompa air untuk menyedot air tanah. Air yang disedot digunakan untuk mengairi areal persawahan.

“Debit air di saluran irigasi sudah minim, terpaksa menyedot air bawah tanah,” kata Waluyo, petani asal Desa Kuwiran, Banyudono, Selasa (17/5).

Selain debit air mengecil, pengguna air juga banyak. Menyusul saat ini, petani di wilayah Banyudono sedang memasuki masa tanam. Naasnya, petani yang sawahnya berada di hilir sering tidak kebagian air.

“Seperti saya ini, sawah ada di hilir, air dari saluran irigasi tidak sampai ke sawah saya,” tambahnya.

Untuk mengairi sawah seluas 2.000 m2, Waluyo membutuhkan waktu 5 jam dan menghabiskan bensin sebanyak 4 liter.

Senada, petani lain, Larmanto (67), juga memanfatkan sumur pantek untuk mengairi sawahnya. Menjelang kemarau, pasokan air irigasi mengalami penurunan. Hal itu masih ditambah dengan tercemarnya air sungai oleh limbah pabrik. Pembuatan sumur patek sendiri sebagai upaya untuk menghindari gagal panen.

“Harus pandai mensiasati penggunaan air, kalau tidak bisa gagal panen,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge