0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Branjang Apung Menjamur di WGM, Bupati Pimpin Razia

dok.timlo.net/tarmuji
Razia branjang apung ilegal di WGM (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Maraknya branjang apung di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) selama ini yang ditengarai dengan penangkapan ikan secara besar-besaran membuat Pemkab Wonogiri turun tangan. Bahkan Bupati Joko Sutopo terjun langsung memimpin razia branjang apung itu.

“Ada sebanyak 50 sarana branjang apung yang kami rampas. Empat di antaranya masih ada jaringnya. Untuk lokasinya di dua wilayah perairan, yakni Baturetno dan Eromoko,” ungkap Kepala Disnakperla Wonogiri Rully Pramonoretno, Selasa (17/5).

Razia branjang apung atau alat penangkap ikan ilegal dilakukan Bupati Jekek –sapaan akrab Bupati Wonogiri– mulai sekitar pukul 05.00 WIB. Dengan menggunakan gergaji mesin, tiang pancang branjang apung yang terbuat dari bambu dibabat habis.

Dalam razia tersebut, Disnakperla juga menggandeng pihak terkait, seperti Satpol PP, Dishubkominfo dan polisi. Rully menyebut jika tahun 2012 silam, penangkapan ikan over fishing atau secara besar-besaran, khususnya ikan patin. Akibatnya indukan ikan patin diperkirakan hanya tinggal 500 ton.

“Dengan adanya Pak Bupati terjun langsung ini, saya harap ada efek jera, sehingga para nelayan nakal ini menangkap ikannya ya sesuai Perda,” katanya.

Razia branjang apung ini, menurutnya sudah sering kali dilakukan, namun saja nelayan nakal masih nekat menggunakan alat ilegal itu, walaupun mereka kucing-kucingan dengan petugas. Jika ditotal, di perairan WGM ini ada sekitar 100-an beranjang apung yang beroperasi.

“Untuk mengembalikan populasi patin seperti kondisi semula, sebelum terjadi over fishing dibutuhkan waktu secepatnya 6 tahun lagi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge