0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cangkul di Mess Enno Biasa Dipakai Tukang Bangunan

dok.merdeka.com
ilustrasi mayat (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polisi masih mendalami tindakan sadis para tersangka pembunuh Enno (19), seorang karyawati pabrik di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dalam aksinya, tersangka Rahmat (15) bersama dua rekannya secara sadis memperkosa korban bergiliran. Tak hanya itu, tersangka memasukkan gagang cangkul ke organ vital korban hingga tak bernyawa.

Kepada penyidik, Rahmat mengaku memerkosa dan membunuh Enno setelah sempat ditolak untuk berhubungan intim di kamar mess-nya, Kamis (12/5) lalu.

Dalam kasus yang terbilang sadis ini, polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka, yakni Rahmat, RA dan IH dimana Rahmat merupakan pacar korban.

Kendati sempat memberikan keterangan yang berubah-ubah, akhirnya ketiga pelaku mengakui perbuatan biadabnya.

Kepada penyidik, Rahmat mengaku emosi dan terbakar api cemburu lantaran korban hendak dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya.

“Memang adanya unsur perjodohan korban itu menjadi pemicu,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo, Senin (16/5).

Dia mengatakan, sebelumnya korban bilang ke pacarnya akan akan dijodohkan. Karena itu Rahmat menghubungi korban lewat SMS dan meminta bertemu untuk memeluk dan menciumnya untuk yang terakhir kali.

“Korban membukakan pintu untuknya. Rahmat juga sempat minta untuk berhubungan badan, tapi ditolak oleh korban,” tuturnya.

Mendapat penolakan, akhirnya Rahmat meninggalkan mes korban hingga akhirnya ia bertemu dengan pelaku RA dan IH. Di sanalah niat bejat dan sadis para pelaku muncul.

Kedua rekan Rahmat, RA dan IH menyarankan agar Rahmat memerkosa korban.

“Sudah perkosa saja, dia enggak bakal jadi pacar kamu lagi kok,” kata Sutarmo menirukan ucapan pelaku.

Kemudian ke tiganya bersama-sama masuk ke kamar mess korban dan melakukan pembunuhan. Peran ketiga pelaku, kata Sutarmo, tidak jauh beda.

Namun yang memasukkan gagang cangkul ke kemaluan korban adalah Rahnat.

“Dia yang memasukan itu dengan kaki menendang ke dalam,” tukas Sutarmo.

Rahmat mengambil cangkul itu di pojok luar kamar mes korban. Cangkul tersebut biasa digunakan untuk pembangunan atau renovasi mess.

“Itu kata pelaku yang kita dapat dari hasil pra
rekonstruksi ke tiga kali dan olah TKP empat kali,” kata Sutarmo.

Untuk penyebab pasti kematian korban, Sutarmo mengaku belum memastikan apakah disebabkan oleh tindakan kekerasan dengan gagang cangkul tersebut atau hal lain.

“Kita masih menunggu hasil visum,” tukasnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge