0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Tuntut Agar SSA Dicabut

timlo.net/ichsan rosyid
Suasana Sarasehan SSA di kediaman Abah Ali, Jalan Samanhudi, Tegalsari, Bumi, Laweyan (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Warga menumpahkan uneg-uneg mereka terhadap Sistem Satu Arah dalam sarasehan yang digelar di kediaman salah satu pengasuh Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, Muhammad Ali Senin (16/5). Mereka menuntut SSA tahap pertama yang diterapkan di kawasan Laweyan tersebut dicabut.

“Pemerintah menerapkan SSA supaya lalu lintas lancar, aman, dan tertib. Tapi kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Kenapa masih saja dipertahankan kalau memang tidak sesuai tujuan,” kata Muhammad Ali atau akrab disapa Abah Ali itu.

Di kesempatan tersebut, sejumlah warga menyampaikan dampak yang ditimbulkan SSA. Jalan kampung yang tadinya relatif sepi menjadi ramai kendaraan yang mencari jalan alternatif. SSA digadang-gadang dapat mengurangi angka kecelakaan. Namun ternyata jumlah kecelakaan di Jalan Radjiman meningkat setelah diterapkan SSA.

“Dulu sebelum SSA di Jalan Radjiman hanya 48 kecelakaan dalam setahun. Tapi setelah SSA belum ada satu bulan sudah 12 kecelakaan. Berarti kan malah meningkat,” kata dia.

Salah satu Ustadz di Pondok Ta’mirul Islam, Sunardi mengeluhkan hal lain. Lalu lintas di Jalan Samanhudi menjadi padat sejak diterapkan SSA di Jalan Radjiman, Agus Salim, dan Perintis Kemerdekaan. Akibatnya, santri-santri pondok kesulitan menyebrang jalan ketika hendak ke masjid.

“Sekarang kendaraan kalau lewat selalu kecepatan tinggi. Saya khawatir anak saya yang masih kelas 4 SD kalau menyebrang jalan mau ke masjid,” kata dia.

Dampak ekonomi juga sempat menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Salah satu pengusaha batik di Laweyan, Gunawan Muhammad Nizar menyampaikan adanya salah satu toko elektronik di Jalan Radjiman yang terpaksa mengurangi karyawan karena sepi.

“Berarti kan dampaknya untuk pengusaha kurang baik. Wisatawan juga kesulitan kalau mau berwisata ke Lumbung Batik karena bus sulit masuk setelah ada SSA,” keluhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge