0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Spek-HAM : Hukuman Kebiri Melanggar HAM

Ketua Spek-HAM Solo, Endang Listiyani (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Solidaritas Perempuan Untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-HAM) Solo, bersama kelompok perempuan lainnya menyuarakan penolakannya terhadap rencana hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual di tanah air. Sebab hukuman kebiri ini dianggap kurang tidak menyentuh akar masalah, dan rawan pelanggaran HAM.

“Sama sekali tidak menyentuh akar masalah. Kalau hanya disiapkan ancaman hukumannya saja dan tidak ada proses edukasi terhadap masyarakat,” papar Ketua Spek-HAM, Endang Listiyani, Senin (16/5).

Dia menganalogikan ancama hukuman seperti pemadam kebakaran yang bertugas setelah sebuah peristiwa terjadi. Padahal yang lebih penting justru upaya pencegahan bagi tindakan kekerasan seksual.

Ditambahkan, biaya kebiri kimiawi sangat tinggi dan menyentuh nilai Rp 130 juta dalam sekali kebiri. Selain itu kebiri juga tidak menghilangkan hasrat seksual pelaku, sehingga masih ada kemungkinan pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan seksual dengan tidak menyertakan organ intimnya, melainkan dengan menggunakan alat.

“Secara prinsip hukuman kebiri melanggar HAM. Hak reproduksi adalah hak semua manusia,” tegasnya.

Pihaknya mendorong pemerintah untuk menemukan formula yang paling tepat bagi penanganan pelaku kekerasan seksual, yang lebih rehabilitatif.

Selain itu dia juga menyoroti pendidikan bagi masyarakat sehingga korban kekerasan seksual tidak terus bertambah. Pendidikan ini harus diberikan bagi masyarakat, sehingga masyarakat lebih memiliki rasa penghormatan kepada perempuan, yang tentunya akan lebih mengurangi kasus kekerasan seksual.

“Pencegahan lebih pada membangun kesadaran publik, dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, seksualitas dan adil gender dari sekolah-sekolah. Sehingga keberpihakan terhadap korban lebih banyak,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge