0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kereta Pendamping Jaladara Diperkirakan Telan Biaya Rp 8 M

Sepur Kluthuk Jaladara (Dok. Timlo.net)

Solo — Pengadaan kereta pendamping Sepur Kluthuk Jaladara diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 8 Miliar. Biaya tersebut dialokasikan untuk transportasi lokomotif dari TMII ke Purwosari serta perbaikannya, ditambah biaya modifikasi gerbong.

“Itu sudah semua. Target dari Menteri Perhubungan, tahun ini sudah bisa beroperasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Sudrajat, Senin (16/5).

Tingginya biaya pengadaan tersebut, kata dia, disebabkan karena status Benda Cagar Budaya yang melekat pada lokomotif tersebut. Selama ini lokomotif yang dimaksud sudah bertahun-tahun menghuni Museum Lokomotif Taman Mini Indonesia Indah. Untuk transportasi kepala ular besi itu saja dibutuhkan dana Rp 1,2 Miliar.

Ia menambahkan meski lokomotif didatangkan dari Museum Lokomotif TIMII, bagian gerbong penumpang akan diambilkan dari aset PT KAI yang sudah tidak terpakai.

“Gerbongnya diambilkan dari stasiun-stasiun lain yang sudah tidak terpakai. Dipilih yang sudah kuno tapi masih bisa dipakai,” terangnya.

Usia gerbong yang akan didatangkan memang tidak semua lokomotif yang sudah bertahun-tahun menghuni Museum Lokomotif TMII itu. Karena itu, gerbong yang didatangkan akan dimodifikasi agar sesuai dengan lokomotif kuno tersebut.

“Nanti akan dibuat sama persis dengan gerbong yang di Sepur Kluthuk Jaladara,” kata dia.

Proses pengerjaan gerbong rencananya akan dilakukan di Madiun. Sedangkan untuk lokomotif, kendati masih bisa berjalan dengan baik, masih diperlukan perbaikan karena usianya yang cukup tua.

“Yang punya fasilitas perbaikan kereta tua sebenarnya hanya di Ambarawa. Tapi nanti akan diperbaiki di Purwosari karena kalau harus berhenti di Ambarawa biayanya akan membengkak lagi,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge