0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah Kembali Macet, DPU Mumet

Sampah Pasar Induk Kota Klaten meluber hingga menutup jalan (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pengelola Pasar Induk Kota Klaten tidak bisa berbuat banyak terkait keberadaan gunungan sampah. Pasalnya, carut marut pengelolaan sampah bukan hanya tanggungjawabnya instansinya.

“Saya juga tidak bisa menyalahkan pedagang yang sambat (mengadu) kepada kami. Tapi ya mau bagaimana lagi. Tapi sudah kami sampaikan ke atasan kami (UPTD Pasar),” kata Lurah Pasar Induk Klaten, Badarudin, Senin (16/5).

Sejak Minggu (8/5) lalu, dia mengaku sudah menerima sms dari pedagang yang mengeluhkan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Induk Klaten tidak diambil DPU ESDM. Bahkan pihaknya juga sudah mengetahui adanya pedagang yang mogok membayar retribusi.

Sementara saat disinggung tudingan pedagang soal minimnya keterlibatan pengelola pasar merapikan sampah, Badarudin menolaknya. Sebab meski sampah macet diangkut, pihaknya tetap mengerahkan empat petugas kebersihan lembur hingga malam.

“Serba repot. Saya maklum kalau (pedagang) enggak bayar. Tapi kalau soal kami berdiam diri, itu tidak benar. Justru setelah sore hari dirapikan, para pemulung itu yang setiap malam kembali mengocar-ngacir tumpukan sampah. Maka pagi harinya kembali luber ke jalan,” ungap dia.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Kebersihan DPU ESDM Klaten, Anwar Shodiq enggan berkomentar mengenai persoalan tersebut. Pihaknya kini sedang fokus mencari TPA alternatif.

“Ini juga bingung cari lokasi (TPA). Belum ada solusi, masih mencari. Jangan tanya dulu, masih mumet (pusing),” jawab Sodiq dengan logat Jawa.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge