0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Setujui Eksplorasi Panas Bumi Gunung Lawu?

dok.timlo.net/nanang rahadian
Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Sinyalemen Persetujuan dari Kementrian LH Untuk Eksplorasi Panas Bumi

Karanganyar — Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan memberi sinyalemen untuk menyetujui rencana eksplorasi Panas Bumi Gunung Lawu yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun dengan catatan, eksplorasi tidak boleh dilakukan di Kawasan Taman Nasional atau Kawasan Cagar Alam.

”Eksplorasi geothermal biasanya kalau memakai kawasan hutan, tidak banyak. Karena konstruksinya kan kecil, hanya menancapkan pipa ke titik panas bumi saja. Tidak sampai ratusan hektare, tapi hanya beberapa hektare saja,” terang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di sela kunjungan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, kemarin.

Ditambahkan, secara umum eksplorasi panas bumi relatif aman karena dilakukan secara tertutup. Sehingga kecil kemungkinan akan menggunakan lahan masyarakat. Saat ditanya terkait rencana ekplorasi panas bumi Gunung Lawu, pihaknya akan mengkaji lokasi-lokasi yang dimanfaatkan.

”Kita lihat dulu titik-titik yang akan digunakan. Yang jelas, geothermal tidak boleh dilakukan di kawasan Taman Nasional maupun kawasan Cagar Alam,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya tidak akan mempersulit proses perizinan eksplorasi panas bumi. Mengingat kebutuhan energy di Indonesia semakin besar. Sementara energi panas bumi bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

”Saat ini masih ada 12 ribu desa yang belum tersentuh listrik. Tidak hanya di Gunung Lawu saja, pemberian izin eksplorasi juga dilakukan di wilayah lain yang memiliki potensi,” imbuh Siti didampingi Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat diminta tanggapannya soal kemungkinan eksplorasi geothermal di lereng Gunung Lawu diizinkan Kementerian LH, mengaku belum bisa berkomentar.

”Saya belum bisa komentar soal itu,” katanya.

Namun demikian, Juliyatmono sebelumnya menyampaikan keberatan dengan rencana eksplorasi panas bumi di Gunung Lawu. Alasannya, ekplorasi dikhawatirkan berdampak panjang bagi keseimbangan alam di Karanganyar dan berdampak bagi generasi penerus.

”Panas Bumi memang dibutuhkan untuk listrik, namun keseimbangan alam juga harus dipikirkan terlebih dahulu,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge