0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Tersangka Korupsi, Anggota DPRD Boyolali Tak Perlu Cuti

dok.timlo.net/nanin
Pemeriksaan tersangka korupsi dana purnabakti DPRD periode 1999-2004 di Kejaksaan Negeri Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  DPRD Boyolali memberikan kelonggaran bagi Y Sriyadi, salah satu tersangka kasus korupsi dana purnabakti DPRD periode 1999-2004, untuk berkonsentrasi pada persidangan di Tipikor, Semarang. Selama proses hukum berlangsung, Y Sriyadi, dari Fraksi Partai Golkar, tak perlu mengajukan cuti.

“Sudah minta ijin secara lisan ke saya, tidak perlu mengajukan cuti, karena tidak menganggu tugas kedewanan,” kata Ketua DPRD Boyolali, Slamet Paryanto, Senin (16/5).

Paryanto menyatakan, pihaknya memaklumi dan memberikan kelonggaran kepada Sriyadi untuk mengikuti proses hukumnya. Diharapkan Sriyadi bisa lebih fokus dan konsen menjalani kasus hukumnya agar cepat selesai.

“Sejauh ini kami cukup memonitor dulu,” tambah Paryanto.

Hhari ini, di Pengadilan Tipikor Semarang menggelar sidang pertama bagi sembilan mantan anggota DPRD periode 1999-2004. Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Boyolali.

“Sembilan terdakwa hadir semua,” ujar JPU Romli Mukayatsah.

Menurut JPU Romli Mukayatsyah, para terdakwa didakwa dengan pasal berlapis yakni lain Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor junto UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Atau pasal subsider, Pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman hukumannya 4-20 tahun penjara.

Sembilan terdakwa tersebut selain Sriyadi, yakni M Amin Wahyudi, Adha Nur Mujtahid, Sumarsono Hadi, Sururi, Suwardi, Anshor Budiono, Saifudin Aziz, dan Tjipto Haryono. Mereka seluruhnya merupakan Badan Anggaran (Banggar) saat masih menjabat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge