0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wabup Sidak Ujian SD di Bekas Sekolahnya

dok.timlo.net/nanin
Wabup Boyolali, Said HIdayat (bertopi hitam) saat melakukan monitoring terhadap siswa berkebutuhan khusus di SD Negeri 1 Sukorame, Musuk (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pelaksanaan ujian tingkst  SD di Kabupaten Boyolali, hari pertama, berjalan lancar dan tidak mengalami kekurangan naskah ujian.

Sementara wakil bupati Boyolali, Said Hidayat, memberikan perhatian serius terhadap peserta ujian dengan kebutuhan khusus.

“Kita tidak akan membeda-bedakan siswa normal dan berkebutuhan khusus, semua akan mendapatkan hak pendidikan yang sama,” kata Wabup saat melakukan kunjungan ke SD Negeri Sukarame 1, yang juga merupakan sekolah inklusi, Senin (16/5).

Di sekolah tersebut, Wabup menyempatkan diri mendamping satu-satunya siswa inklusi di SD Negeri Sukorame 1, Heru Wibowo. Sementara Heru terlihat penasaran dengan rombongan pejabat yang mendatangi ruang ujianya. Namun rasa penasaran ini hilang, saat sang guru Fista Thoriqul, memberikan penjelasan dengan menggunakan bahasa isyarat. Heru sendiri adalah siswa penderita tuna rungu dan wicara. Meski mengalami tuna wicara dan rungu, Heru memiliki kelebihan berhitung. Hal ini sempat diperagakan Heru dengan mengerjakan soal berhitung di white board.

“Setelah kunjungan ini akan saya laporkan ke bupati, apa-apa saja yang harus diperbaiki untuk pendidikan anak dengan kebutuhan khusus,” tambah Wabup.

Selain di SD Negeri 1 Sukorame, Musuk, Wabup juga melakukan Sidak ke SD Negeri 1 Boyolali, dimana dulunya merupakan tempat sekolah Wabup.

UN SD/MI/SDLB yang akan digelar hingga Rabu (18/5) diselenggarakan di 789 sekolah. Jumlah peserta UN sebanyak 15.346 siswa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge