0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah Pasar Klaten Meluber di Jalan, Pedagang Kesal

dok.timlo.net/aditya wijaya
Sampah Pasar Induk Kota Klaten meluber hingga menutup jalan (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Berbagai upaya sudah dilakukan pedagang Pasar Induk Kota Klaten terkait keberadaan sampah yang menggunung. Tidak hanya berkomunikasi dengan Lurah Pasar, mereka juga membayar jasa orang lain untuk merapikan sampah.

“Kalau komunikasi dengan Lurah Pasar sudah kami lakukan. Tapi ya enggak ada tindakan. Malah kami tetap ditarik retribusi kebersihan,” kata salah seorang pedagang daging sapi, Susanto (48), Senin (16/5).

Dikatakan, sudah sembilan hari atau sejak Minggu (8/5), sampah yang berada di tempat  pembuangan sementara (TPS) Pasar Induk Klaten tidak ada yang mengangkutnya. Akibatnya sejumlah pedagang unggas dan bumbu dapur yang menggelar lapaknya dekat TPS enggan membayar retribusi kebersihan.

“Karcis Rp 2.500, kebersihan Rp 200 tetap ditarik, tapi ya kami tolak. Mending adu mulut. Minimal kalau sampah enggak diangkut, ya petugas kebersihannya merapikannya. Jangan sampai meluber menutup jalan,” kesal Susanto.

Merasa pengelola pasar berpangku tangan, dirinya dan beberapa pedagang lainnya menyewa jasa pemulung. Dengan memberikan upah Rp 10 ribu, pemulung diminta untuk merapikan sampah agar tidak menumpuk layaknya gunung.

“Ya terpaksa ngupahi gelandangan. Sejak macet enggak diambil, setiap sore sampahnya kami singkirkan agar tidak nutup jalan. Tapi pagi harinya kembali luber. Karena TPS ini juga sebagai lokasi pembuangan sampah warga Kampung Tegal Blateran dan Matahari Plaza,” imbuh Susanto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge