0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pesona Tanjung Puting Bidik Wisatawan Mancanegara Afsel

www.tripadvisor.co.id
Taman Nasional Tanjung Puting (www.tripadvisor.co.id)

Timlo.net – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengundang pelaku travel agent dari Afrika Selatan (Afsel) untuk melakukan Familiarization Trip (Famtrip) ke Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun.

“Kami sudah bisa membayangkan akan membuat paket wisata seperti apa ke tempat ini, tempat yang sangat fantastis dan indah, serta sangat natural,” ujar salah satu operator besar asal Afrika Selatan Perfect Destination, Shona May Pittaway, kemarin.

Di Afsel, Perfect Destination merupakan salah satu operator terbesar. Dia memilki sekitar 147 jaringan tour travel yang memiliki ribuan orang pelanggan. Shona mengaku ini untuk pertama kalinya mengunjungi Tanjung Puting, dan pertama kalinya mempersiapkan paket Tanjung Puting untuk masyarakat penggila alam di Afsel.

“Orang Afrika sangat banyak yang menyukai wisata alam seperti Rimba ini, karena Hutan di Afrika kering dan panas,” ujar dia.

Shona datang bersama 18 teman-temannya yang semua profesinya sebagai pelaku Tour Travel yang diundang oleh Kemenpar. Rencananya, setelah dari Pangkalan Bun akan menuju Tour Java mendatangi Semarang dan Jogjakarta hingga tanggal 17 Mei ini. Harapannya, para Tour Travel ini akan membawa masyarakat Afsel untuk mengenal Indonesia.

“Yang lebih menyenangkan lagi adalah, kami bisa melihat Orang Utan yang sangat langka di dunia, ini pengalaman yang membanggakan, akan kami kabarkan ke masyarakat Afsel, sangat unik dan berbeda,”kata wanita yang hobi baju warna biru itu.

Tujuan Famtrip jelas, agar para wisatawan datang dan menyambangi Indonesia. Dalam acara Famtrip tersebut, para wisatawan diajak menyatu dengan alam. Para wisatawan naik kapal “klotok”, melalui rawa, rimba, eksotis, alam asli, tidak ada campur tangan manusia semuanya serba Hutan dan alam, diajak makan di sungai, tanpa lampu hanya dengan lilin, mendatangi raja Orang Utan.

Selain itu, oleh para pendamping dari Kemenpar diajak menginap di Rimba Lodge, bertemu dengan pemusatan Orang Utan di Camp Leaky di tengah Hutan, dengan dihiasi pemandangan rawa. Pada malam harinya, mereka diajak berpetualang di sungai di tengah Rimba dengan melihat kunang-kunang.

“Selama ini wisatawan Afsel lebih paham dan hanya tahu Bali. Nah, kita coba memperkenalkan destinasi baru, salah satunya dengan memperkenalkan Pangkalan Bun, yang juga sebuah keajaiban dunia karena langkanya Orang Utan,” ujar Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya.

Pasar Afrika memang terus digenjot Kemenpar karena berpotensi menambah kunjungan ke tanah air. Buktinya, jumlah wisatawan Afrika ke Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Data BPS menyebutkan, tahun 2012 ada 37.306 wisman asal Afsel, tahun 2013 meningkat 42.607 wisman, dan di tahun 2015 naik lagi 45.276 wisatawan.

”Pasar Afrika itu mempunyai posisi yang berbeda dari pasar lainnya yang bukan hanya melihat 3-S nya saja. Itu yakni size atau jumlah, spread atau pengeluarannya, sustainability atau pertumbuhan, tetapi pasar ini mempunyai posisi politis yang strategis sebagai anggota negara Non Blok juga negara OKI,” kata Nia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge