0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Juru Parkir di Solo Akan Dipangkas Separuh Lebih

juru parkir di Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo terus menggodog kajian grand design penataan lalu lintas  Solo. Hal ini akan berimbas pada pemangkasan sejumlah anggota juru parkir (Jukir), lantaran jumlah Jukir yang diperlukan tidak terlalu besar.

“Masih kita lakukan kajian mendalam untuk pengurangan ini. Sebab jika memang dilaksanakan kebutuhan juru parkir akan menurun,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran Dishubkominfo Solo, M Usman, Minggu (15/5).

Usman mengaku akan melakukan sejumlah treatment untuk diberlakukan kepada Jukir. Dia berpendapat sebagian Jukir, memilih profesi Jukir hanya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, dan memiliki pekerjaan tetap lainnya.

Dia mengatakan, saat ini di Solo ada sekitar 3.500 Jukir. Namun jika grand design lalu lintas diberlakukan, kebutuhannya akan melorot, dan jumlah yang dibutuhkan hanya sekitar 1.400 orang saja. Dari data yang dimilikinya sebanyak 23 persen Jukir di Kota Solo ini juga memiliki profesi ganda alias nyambi. Selain itu sebagian Jukir lainnya juga merupakan warga dari luar Solo, hanya sebanyak 65 persen saja yang merupakan warga Solo.

“Karenanya kita akan mendorong Jukir untuk meningkatkan kualitasnya, dan memberikan pendampingan sehingga bisa beralih profesi,” tandasnya.

Pengurangan Jukir ini sejalan dengan program parkir gratis off street yang akan dilaksanakan oleh Dishubkominfo Solo. Program ini akan memberikan kewajiban bagi pemilik usaha untuk menyediakan lahan parkir yang menampung kendaraan masyarakat.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge