0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sering Menonton Video Dewasa, Buat Orang Lebih Religius

Dok: Timlo.net/ The Sun.
Konten dewasa. (Dok: Timlo.net/ The Sun.)

Timlo.net—Sebuah penelitian baru menunjukkan jika orang menikmati video berating dewasa lebih dari sekali seminggu, mereka akan lebih religius dibandingkan mereka yang hanya sekali-kali menonton.

Para peneliti percaya hal ini dikarenakan mereka yang gemar menonton video dewasa merasa bersalah dan berdoa lebih banyak. Peneliti Samuel Perry melakukan pengamatan terhadap 1.300 orang selama enam tahun dan menemukan jika mereka yang gemar menikmati video panas pergi ke tempat ibadah lebih sering.

“Mereka yang gemar mengkonsumsi konsumsi konten dewasa sepertinya lebih religius ditunjukkan dengan frekuensi doa dan kehadiran di tempat ibadah dibandingkan mereka yang jarang menikmati konten itu,” katanya kepada the Independent.

“Terutama mereka yang melihat konten dewasa setiap minggu atau lebih sering pada 2006 dikabarkan berdoa lebih banyak dan pergi ke tempat ibadah lebih sering pada 2012 dibandingkan dengan mereka melihat konten itu sekali sebulan atau kurang dari itu,” tambahnya.

Yang menarik, penelitian itu juga mengungkapkan jika mereka yang tidak pernah melihat video dewasa lebih saleh dan memiliki iman yang kuat. Penelitian ini diterbitkan dalam the Journal of Sex Research.

Dr. Perry mengajukan beberapa teori terkait penemuannya itu. Salah satunya adalah orang berpaling pada agama untuk meredakan rasa bersalah mereka. Alasan lain menurutnya adalah karena orang memiliki perilaku kompulsif terkait agama dan konten dewasa.

Tapi dia juga mengamati ada orang yang terlalu sering mengkonsumsi konten dewasa sehingga tidak merasa bersalah lagi. Saat melalukan aktivitas tersebut, orang itu merasa seolah mereka melakukan kegiatan biasa.

“Pada dasarnya, penggunaan konten dewasa menjadi hal biasa yang membuat tidak merasa bersalah dan mereka menikmatinya setiap hari seperti halnya mereka menggosok gigi atau berolahraga,” katanya.

“Mereka akhirnya memisahkan antara agama dan konten dewasa sehingga tidak merasa bersalah tapi tetap bisa melakukan kegiatan religius. Inilah sebabnya ada orang yang begitu religius tapi juga gemar menikmati konten dewasa,” tambahnya.

Dr. Perry menekankan jika penelitiannya tidak berarti jika agama membuat orang menonton lebih banyak konten dewasa.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge