0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Diminta Peduli pada Pemulihan Korban Kekerasan Seksual

Ketua Spek-HAM Solo, Endang Listiyani (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Solidaritas Perempuan Untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-HAM) Solo mendorong pemerintah untuk lebih memberikan kepedulian terhadap pemulihan korban kekerasan seksual. Hal ini dilakukan terkait maraknya kasus perkosaan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kepada pemerintah kami minta untuk terus peduli dan melakukan upaya rehabilitasi untuk pemulihan korban,” ungkap Ketua Spek-HAM Solo, Endang Listiyani, Minggu (15/5).

Wanita yang akrab disapa Elis ini juga mengatakan, selama ini banyak korban kekerasan seksual, tidak mendapatkan keadilan, di tingkat penegak hukum. Sebab kerap terjadi bahwa korban dewasa dianggap melakukannya atas dasar suka sama suka.

“Penegak hukum kita biasanya kalau korbannya dewasa dikatakan suka sama suka, sehingga tidak bisa diproses lebih lanjut,” kata dia.

Pihaknya juga menyoroti kasus kekerasan seksual yang banyak tak terkaver oleh anggaran dari negara. Hal ini dibuktikan dengan beberapa daerah yang belum bisa memberikan proses visum secara gratis kepada korban kekerasan seksual.

“Yang ada malah korban bayar sendiri, kan ini juga menjadi permasalahan tidak tuntasnya kasus-kasus kekerasan seksual,” kata dia.

Pihaknya juga meminta pemerintah untuk lebih mengedukasi masyarakat. Sehingga masyarakat lebih memiliki rasa penghormatan kepada perempuan, yang tentunya akan lebih mengurangi kasus kekekerasan seksual.

“Pencegahan lebih pada membangun kesadaran publik, dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi, seksualitas dan adil gender dari sekolah-sekolah. Sehingga keberpihakan terhadap korban lebih banyak.” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge