0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Yohana ’Darsi’ Pudyorini Ajarkan Filosofi Wayang kepada Putra Putrinya

timlo.net/achmad khalik
Patung Gatotkaca (Roesman Harjowibagso) dan Pergiwa (Yohana “Darsi” Pudyorini) yang berada di depan Joglo Sriwedari saat memerankan salah satu fragmen berjudul "Gatotkaca Gandrung" (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sebagai sosok yang mencintai dunia pewayangan, Yohana “Darsi” Pudyorini menularkan kecintaan dan filosofi wayang kepada anak-anaknya. Filosofi dunia wayang yang kental dengan adat budaya ketimuran khususnya Jawa diajarkan dengan baik kepada tujuh putra-putrinya.

“Beliau mengajarkan kami tentang filosofi adat Jawa, khususnya mengambil contoh dari dunia pewayangan,” kata Rushardiyono, putra kelima pasangan Yohana “Darsi” Pudyorini dan Roesman Harjowibagso.

Semasa hidup, kata Rushardiyono, ibunya seringkali mengajak anak-anaknya untuk menonton pertunjukan wayang yang dipentaskan di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Tiap usai pementasan, mereka selalu mendapat pertanyaan apa yang bisa diambil dari pementasan tersebut.

“Kata beliau, hidup seperti dunia wayang, ada yang baik ada yang buruk. Tergantung kita memilihnya yang mana,” kata pria berusia 61 tahun itu.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pihak keluarga sama sekali tidak mendapat firasat apapun. Tokoh yang kerap memerankan Pergiwa dalam fragmen “Gatotkaca Gandrung” ini meninggal dalam usia 84 tahun dengan meninggalkan tujuh putra, sebelas cucu dan delapan buyut.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Praci Maloyo, Makam Haji, Sukoharjo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge