0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Replika Phinisi di Seatrade Cruise Asia

ilustasi (aidabudaya.wordpress.com)

Timlo.net – Kapal Pinisi jadi tema di pameran wisata pesiar, Seatrade Cruise Asia 2016 di Busan, Korea Selatan, 12-14 Mei 2016. Pengambilan tema ini sebagai upaya mempromosikan wisata tanah air.

“Phinisi kami jadikan tema pameran wisata pesiar Seatrade Cruise Asia 2016 di Busan, Korea Selatan. Misi yang dibawa adalah mempromosikan wisata bahari Indonesia,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar, I Gde Pitana, kemarin.

Di Busan, replika perahu Phinisi Nusantara berukuran 2 x 7 meter terpampang sangat anggun. Desainnya dibuat kokoh. Kesan satu-satunya kapal dari kayu yang mampu mengarungi lima benua dunia tersampaikan.

Posisinya di atas bentang layar bertuliskan Wonderful Indonesia. Tak jauh dari situ, ada tulisan besar Visa Free to Indonesia yang menyapa.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vincensius Jemadu mengatakan, kebijakan bebas visa itu seperti magnet. Punya daya tarik yang kuat lantaran ada International Openess.

“Ini seperti men-drive wisman untuk masuk ke tanah air. Target kami, Kementerian Pariwisata bisa menarik 2.500-3.000 wisatawan pesiar melalui pameran kali ini,” papar Vincen.

Dari riset yang sudah dilakukan tim pemasaran Asia Pasifik Kemenpar, pengeluaran wisman asal Korea cukup besar. Angkanya mencapai $1.100-$1.200 per wisatawan.

“Mudah-mudahan Juni-Juli sudah ada hasilnya,” harapnya.

Di Korea, Kemenpar juga menghadirkan informasi mengenai seluruh wilayah Indonesia yang bisa didatangi cruise dan yacht. Setidaknya ada lima wilayah yang ditonjolkan. Surabaya, Semarang, Bali, Lombok, dan Raja Ampat ada di barisan top 5 destinasi cruise dan yacht yang ditawarkan.

“Dengan jumlah dolar yang sama, akan mendapatkan fasilitas yang lebih yang didapat,” kata Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Dari 10 Top Destinasi Prioritas yang diluncurkan sejak 2015, tujuh diantaranya berbasis wisata maritim, yakni Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Mandalika Lombok, Labuan Bajo Komodo, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Belum lagi destinasi bahari kelas dunia lain, seperti Raja Ampat, Derawan, Katimunjawa, Pulau Moyo, Manado, Bitung dan lainnya.

“Kekuatan alam kita di wisata bahari memang tak tertandingi. Kita bagi dalam tiga kategori, pertama Coastal Zone atau wisata bentang laut atau pantai. Lalu Underwater, keindahan bawah laut yang dijual. Ketiga, sea zone, atau antar pulau seperti yacht dan cruising,” ucapnya. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge