0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencairan Dana Desa Masih Minim

Bupati Boyolali Drs Seno Samudra, meminta kepala desa membuat masterplan sebagai acuan penggunaan dana desa untuk pembangunan (foto: Nanin)

Boyolali – Hingga pertengahan Mei ini baru 25 desa dari 261 desa di Kabupaten Boyolali yang sudah mencairkan dana desa tahap 1 tahun 2016. Sementara Pemkab Boyolali menargetkan bulan Juli, pencairan dana desa bisa mencapai 60 persen.

“Kita sudah minta kepala desa untuk segera melakukan pencairan, biar tidak hangus,” kata Kabag Pemdes, Arief Wardianta, Sabtu (14/5).

Dijelaskan, desa yang belum segera mencairkan dana desa terkendala persyaratan. Ada dua persyaratan yang wajib dipenuhi, yaitu membuat APBDes dan laporan Surat Pertanggungjawaban (SPj) penggunaan Dana Desa tahun 2015. Tanpa dua persyaratan tersebut, pihaknya tidak bakal mencairkan dana desa tahap selajutnya.

“Itu sudah peraturan yang ada, biasanya desa terkendala SDM dalam membuat pelaporan,” tambahnya.

Untuk tahun 2016 ini, dana desa tahap pertama, Boyolali mendapat alokasi anggaran Rp 162,8 Miliar. Dana desa ini baru masuk ke rekening DPPKAD pada akhir April. Untuk desa, setelah mengajukan pencaira, maka dana desa akan langsung ditransfer ke rekening desa.

Di sisi lain, Bupati Boyolali, Seno Samudro, mengatakan pihaknya akan mewajibkan pemerintah desa untuk membuat master plan pembangunan. Master plan tersebut akan menjadi acuan pembangunan terutama dalam penggunaan dana desa.

“Master plan bisa digunakan selama kades menjabat,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge