0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ziarah ke Makam Aktivis Reformasi di TPU Purwoloyo

dok.timlo.net/ichsan rosyid
Nisan Lenoradus Nugroho Iskandar alias Gilang (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Si “ular besi” tampak melaju cepat dari kejauhan. Deru mesin dan gesekan roda kereta api itu dengan rel memang tak terlalu keras namun cukup lantang untuk memecah keheningan suasana Taman Pemakaman Umum (TPU) Purwoloyo, Pucangsawit, Jebres, Solo. Di situlah jenazah Leonardus Nugroho Iskandar alias Gilang dikuburkan April 1998 silam.

Jenazah aktivis reformasi itu ditemukan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar dengan beberapa luka tembak di tubuhnya. Nisannya kini berada di dataran tinggi areal pemakaman. Hampir di puncaknya. Dari tempatnya dimakamkan, kita bisa melihat perlintasan kereta api dan lalu lintas di Jl HOS Cokroaminoto yang kian hari kian padat. Kondisi makam juga tampak terawat tanpa rumput liar di sekelilingnya.

“Makam ini sering dikunjungi. Dua hari yang lalu ada dua orang dari Klaten naik kendaraan yang nyekar ke sini. Bulan Februari lalu malah ada satu bus rombongan,” kata salah satu petugas kebersihan pemakaman, Yasir, kemarin.

Lain halnya dengan makam Gilang, kuburan massal itu sangat tidak terawat. Bila tidak memperhatikan dengan seksama, bisa dipastikan tidak ada yang tahu ada makam di sana. Kotak cor yang membatasi kuburan massal itu kini tertutup rapat dengan semak belukar dan daun talas yang lebar.

“Kadang-kadang ada yang ke sini. Tapi jarang sekali. Kita juga tidak tahu itu keluarga atau bukan,” kata salah satu penjaga makam, Tri Wahyuni.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge