0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ryamizard Menepis Isu Pembebasan Empat Sandera Pakai Uang

(merdeka.com)

Timlo.net – Pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina diklaim tanpa uang tebusan. Pembebasan ini murni menempuh jalur diplomasi dibantu pemerintah Filipina.

“Itu diplomasi, lebih banyak bantuan Filipina,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Jumat (14/5).

Disinggung soal kabar yang menyebutkan adanya uang tebusan 100 juta peso atau setara Rp 28,6 miliar kepada kelompok militan Abu Sayyaf, Ryamizard mengaku tidak tahu.

“Enggak tahu ya, yang penting kita enggak ngeluarin duit. Nanti kalau ngasih, diteken,” ujarnya.

Untuk mencegah agar kejadian ini tidak terulang lagi, Menhan menyebut akan meningkatkan patroli rutin. Tidak hanya di perbatasan Filipina, patroli juga akan dilakukan di perbatasan Laut China Selatan (LCS).

“Sejak tahun lalu adakan patroli bersama baik di LCS, di pinggirannya kan LCS juga. Indonesia Kalimantan, Selat Melaka juga perlu. Saya awal-awal mengatakan tidak mau di kepulauan kita kayak Somalia ada pembajakan,” tandasnya.

Sebelumnya, Empat WNI ditawan sejak 15 April 2016. Kapal mereka diserang oleh kelompok Abu Sayyaf pada dini hari di perairan Sempornah, Sabah, Malaysia. Keberhasilan operasi ini menyusul bebasnya 10 WNI pada 1 Mei lalu yang juga diculik oleh teroris di selatan Filipina.

Pembebasan empat WNI ini telah melalui proses panjang. Jalur diplomasi dengan otoritas Filipina maupun non pemerintah menjadi senjata ampuh.

Mereka berhasil dibebaskan pada Rabu (11/5) pukul 02.00 waktu setempat. Adapun serah terima keempat WNI tersebut dilakukan militer kedua negara (Filipina-Indonesia) di laut perbatasan pada Kamis (12/5).

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge