0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Kemacetan di Daerah, Pemerintah Pusat Harus Terlibat

(Ilustrasi) Kemacetan di Kota Solo (dok.timlo.net/irawan mintorogo)

Solo – Penyelesaian masalah kemacetan di tiap kota tak akan pernah usai jika diselesaikan secara parsial dari pihak pemerintah kota/kabupaten. Seharusnya, pemerintah pusat, dalam hal ini sebagai pemegang kebijakan produksi kendaraan turut serta mengatasi kemacetan yang terjadi saat ini.

“Meski jalan ditambah selebar apapun, kalau pemerintah pusat tidak mengeluarkan terkait regulasi jumlah produksi kendaraan bermotor akan susah juga mengatasi kepadatan jalan,” terang Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Jumat (13/5).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah kendaraan di Indonesia mencapai hampir 130.000 juta unit dan terus naik sekitar 10 persen tiap tahun. Kebanyakan, terdiri dari kendaraan roda dua yang mencapai hampir 100.000 juta unit. Jika dibiarkan terus menerus, maka kepadatan lalu lintas tiap tahun akan semakin parah.

“Harusnya, pemerintah pusat tegas mengeluarkan regulasi, berapa unit kendaraan tiap tahun yang diproduksi. Hingga, kebijakan kendaraan layak jalan selama berapa tahun. Lha ini, kendaraan mulai tahun 1980 sampai sekarang ini tumplek blek di jalanan, apa gak makin padat,” jelas Honda.

Lebih lanjut, Honda sangat mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Solo dengan cara penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di sejumlah ruas jalan utama. Terlepas dari pro dan kontra terkait kebijakan tersebut, Honda berpendapat upaya tersebut patut dihargai lantaran Kota Solo sebagai salah satu kota destinasi harus memberikan layanan maksimal kepada para pengunjung. Khususnya di bidang rekayasa lalu lintas.

“Kalau dari saya pribadi, mengapresiasi upaya yang dilakukan itu (SSA). Tapi, kalau bisa dibarengi dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur jumlah produksi kendaraan yang tiap tahun terus meningkat,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge