0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komplotan Internasional Sembunyikan Narkoba di Ban Cadangan

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Narkoba jenis sabu seberat 54,2 gram dan 40.894 butir ekstasi disita dari jaringan sindikat narkoba Internasional. Barang haram tersebut diselipkan dalam ban mobil cadangan.

“Ada 9 orang tersangka warga negara Indonesia yang kita tangkap disejumlah tempat berbeda secara serempak pada tanggal 8 Mei 2016,” kata Kepala BNN Budi Waseso di kantornya, Jumat (13/5).

“Mereka itu adalah DV (41), DEN (43), RO (35), SYAH (43), RIKA (29), MA (58), RID (36), HAS(37), AD(34),” lanjut dia.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia melalui Tembilahan lalu ke Pekan Baru, Jambi, Palembang, Lampung. Narkoba tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta.

“Dari informasi ini, kita melakukan penyelidikan yang intensif. Akhirnya kami bisa menangkap 9 tersangka tersebut. Adapun 9 dari tersangka ini, delapan orang berperan sebagai kurir, dan satu tersangka lainnya (MA) sebagai koordinator kurir,” kata dia.

Sembilan tersangka ditangkap di tempat berbeda. SYAH dan RIKA merupakan suami istri. Mereka ditangkap di sebuah SPBU yang berada tidak jauh dari pelabuhan Merak. Dari kedua pelaku ini petugas menyita sabu seberat 10.577,9 gram.

Sementara tersangka DV, DEN dan RO ditangkap di atas kapal Mufida di Pelabuhan Merak. Dua tersangka lainnya yakni MA dan RID ditangkap di Hotel Novotel Gajah Mada. Sementara HAS ditangkap di terminal 1C bandara Soekarno Hatta. Sedangkan AD ini petugas melakukan controlled delivery.

Selain barang bukti sabu dan ekstasi, polisi juga mengamankan mobil merek Fortuner dan Pajero.

“Mobilnya masih tahap penyelidikan kami. Sementara kita amankan karena kita temukan bukti narkobanya,” ujarnya.

Sembilan tersangka yang ditangkap masih berhubungan dengan jaringan yang diringkus BNN di Cakung beberapa waktu lalu. Pelaku yang ditangkap di Cakung ditembak di bagian kaki. Selama perawatan di RS Polri kondisi tersangka menurun dan akhirnya meninggal dunia.

Pengakuan tersangka MA, dia telah melakukan aksinya sudah sebanyak tiga kali.

“Saya sudah melakukan hal ini tiga kali. Saya minta maaf kepada Presiden, masyarakat, Kepala BNN atas perbuatan ini saya menyesali ini,” ujar MA.

Sembilan tersangka diganjar pasal 114 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge