0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan: Masih Banyak Warga yang Tak Setuju SSA

Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto (dok.timlo.net/red)

Solo —  Rencana penerapan Sistem Satu Arah (SSA) tahap kedua dengan sasaran Bundaran Purwosari hingga Perempatan Gendengan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo dinilai terburu-buru. Kalangan legislatif meminta, Pemkot supaya melakukan kajian komprehensif dengan melibatkan masyarakat, pelaku ekonomi, pengamat transportasi dan pihak terkait yang lain.

“Kalau kami melihat selama ini, kajian didasarkan pada konsultan pendamping Dishubkominfo semata. Tanpa melibatkan masyarakat, pengamat transportasi dan akademisi di Kota Solo,” terang Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Jumat (13/5).

Honda tak menampik, tiap kebijakan pasti memiliki dampak positif maupun negatif. Namun, dengan melibatkan masyarakat atau pihak-pihak terkait di Kota Solo, dirinya menyakini akan meminimalisir dampak negatif yang dihasilkan. Sehingga, gesekan yang terjadi pasca penerapan SSA yang diterapkan dapat diterima dengan baik oleh sebagian masyarakat.

“Kita lihat saja, di media sosial kan masih hangat terjadi kritikan terkait penerapan SSA sebelumnya. Ini mencerminkan, masih banyak warga masyarakat yang tidak setuju dengan penerapan itu,” terang Honda.

Lebih lanjut, jika diadakan dialog dengan pihak terkait terlebih dahulu maka Pemkot dalam hal ini Dishubkominfo Kota Solo dapat menyerap aspirasi masyarakat untuk dilakukan penerapan. Sehingga, mereka merasa terakomodasi daneksistensinya diakui dalam menerapkan sebuah kebijakan.

“Kita lihat saja, SSA yang sebelumnya 24 jam turun jadi 16 jam. Ini kan menunjukkan kajian yang kurang mendalam dengan melibatkan unsur terkait baik itu masyarakat, pelaku ekonomi, pengamat transpportasi maupun akademisi,” tandas Honda.

Pihaknya berharap, Dishubkominfo Kota Solo lebih “dewasa” dalam menerapkan sebuah kebijakan. Jangan sampai, kebijakan yang ditterapkan tersebut menjadi bumerang bagi Pemkot Solo sendiri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge