0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ical: Presiden Jokowi Tak Dukung Salah Satu Caketum Golkar

Aburizal Bakrie (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Partai Golongan Karya (Golkar) bakal melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Nusa Dua Convention Center, Bali, pada 14 sampai 16 Mei mendatang. Agenda utama Munaslub tersebut memilih ketua umum menggantikan Aburizal Bakrie (Ical).

Ada delapan calon ketum (Caketum) baru yang bakal memperebutkan posisi yang ditinggalkan Ical. Mereka adalah Ade Komaruddin (Ketua DPR), Setya Novanto (Ketua Fraksi Golkar di DPR), Airlangga Hartanto (anggota DPR), Mahyudin (anggota DPR), Azis Syamsuddin (anggota DPR), Priyo Budi Santoso (politikus Golkar), Indra Bambang Utoyo (politikus Golkar), dan Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).

Sebelum pemilihan di Bali, debat terbuka penyampaian ide dan gagasan dilakukan delapan Caketum di hadapan kader Golkar se-Jawa dan Kalimantan di Hotel Pullman, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (11/5) kemarin. Masing-masing telah menyampaikan ide dan gagasannya tersendiri.

Debat terbuka delapan Caketum Golkar rupanya dilihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung. Hal tersebut dikatakan Ical usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (12/5) siang.

“Saya mengobrol tentang debat Caketum. Saya tanya (Jokowi), ‘bagaimana Bapak lihat di TV tadi malam tidak?’ Katanya, ‘Lihat, bagus tuh.” kata Ical.

Ical mengatakan, pertemuan itu pun sekaligus mengundang Presiden Jokowi untuk menghadiri Munaslub Golkar di Bali. Menurut Ical, Presiden Jokowi tak hanya sekadar datang di Munaslub Golkar, melainkan ikut memberikan pidato.

“Dijadwalkan dong. Masa enggak (pidato),” ujar Ical seraya menegaskan Presiden Jokowi tak mendukung salah satu dari delapan calon ketua umum Golkar yang akan bertarung.

Ical sendiri mempunyai pesan tersendiri untuk Caketum Golkar terpilih. Mantan Menko Kesra era pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini berharap agar Caketum terpilih nantinya membawa Golkar lebih baik di masa depan.

“Membawa Golkar lebih baik, progresif, lebih solid,” kata Ical.

Ical mengatakan, dari total delapan calon ketua umum yang akan berlaga di Munaslub, ia menyebut keseluruhannya merupakan sosok-sosok yang mumpuni. Sehingga, ia meyakini siapapun yang terpilih akan mampu mewujudkan harapannya tersebut.

“Bagus-bagus. Kemarin (debat Caketum) liat di televisi nggak? Nah itu bagus-bagus kan,” ujarnya.

Ditambahkan, Ketua Umum Golkar yang baru harus mengembalikan kejayaan Golkar dengan mendapatkan predikat partai terbesar di Tanah Air. Namun, Ical mengungkapkan akan terus berkiprah di Golkar meski tak menjabat sebagai Ketua Umum.

“Tentu saya masih di partai. Apakah kemudian resmi menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan misalnya atau berada di luar partai, saya tetap akan memberikan pengalaman saya kepada adik-adik saya yang nanti akan memimpin Golkar sehingga mereka bisa menjalankan Partai Golkar sebaik-baiknya,” kata Ical.

Ical enggan mengungkapkan secara rinci apakah jabatan yang dimaksud tersebut merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai dalam pesan ‘terselubungnya’ itu. Sebab menurut dia, hal itu harus diputuskan dalam rapat pleno DPP.

Namun, apabila dalam rapat tersebut memutuskan menunjuknya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai maka dia menyatakan bersedia untuk menjabat sebagai posisi yang kini dijabat oleh Akbar Tandjung tersebut.

“Saya tidak tahu, kan dewan pembina akan dibentuk dalam usulan dan keputusan dalam rapat pleno DPP. Akan dibentuk dewan pembina. saya tidak tahu nanti yang akan dipilih oleh daerah dewan pembina siapa belum tahu. Kalau saya diminta oleh mereka, tentu saya bersedia,” kata dia. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge