0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Liburan Musim Panas, Promosi Wisata ke Timur Tengah Digiatkan

www.kemenpar.go.id
Logo Wonderful Indonesia (www.kemenpar.go.id)

Timlo.net – Indonesia berebut pasar wisatawan Timur Tengah dalam ajang Rais Explorer & Experience Consumer Travel Show di Dubai Mall, Dubai, Uni Emirat Arab. Even berskala internasional ini digelar pada 12-14 Mei 2016.

Operator tur, restoran, dan hotel ikut dilibatkan dalam pameran dagang wisata bertema Perjalanan Keluarga tersebut. Semua diberi misi menjual produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan.

“Kementerian Pariwisata telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Emirates. Ini untuk mengantisipasi liburan musim panas. Emirates dan Kemenpar telah sepakat untuk mengadakan pertemuan table top serta memfasilitasi bisnis yang berhubungan antara penjual Indonesia dan Timur Tengah. Ada pengurangan tarif jika bepergian ke Indonesia dan terbang dengan Emirates,” papar Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika , dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Kamis (12/5).

Menurutnya, kesempatan itu bisa membantu pertumbuhan kunjungan wisatawan. Dengan kemudahan akses itu, Nia yakin, gapaian Thailand yang sudah sukses mendatangkan 800.000 wisatawan Timur Tengah bisa segera disalip Indonesia.

“Pasar Timur Tengah masih sangat besar. Umumnya, durasi plesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung US $ 1.190,” beber Nia.

Untuk urusan ini, Nia mengaku sudah menyiapkan 10 destinasi yang digemari wisatawan Timur Tengah. Di nomor satu, ada Bandung, Jawa Barat. Wisatawan Timur Tengah diprediksi bakal sulit menampik pesona Bandung lantaran kota terbesar nomor tiga di Indonesia itu berhawa dingin.

Destinasi lain yang akan dipasarkan adalah Banyuwangi, Jawa Timur. Pesona Kawah Ijen dengan blue fire yang hanya ada dua di dunia, Baluran dengan mini Afrikanya, hingga Pantai Pulau Merah dengan gugusan karang besarnya, diyakini punya daya pikat yang sangat tinggi.

“Selain itu kami juga akan memasarkan Geat Bali, Jakarta dengan Kepulauan Seribu-nya, Great Batam-Bintan, Joglosemar (Jogjakarta, Solo dan Semarang-red), Lombok, Makassar, Sulawesi Selatan, Medan dengan Danau Toba, serta Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bunaken di Sulawesi Utara dan Raja Ampat di Papua Barat,” jelas dia.

Di even ini, Kemenpar melangkah dengan percaya diri. Sejumlah penghargaan internasional seperti gelar juara dunia destinasi halal dan bulan madu terbaik dan tujuan wisata halal terbaik dunia yang disambar Lombok, Banyuwangi yang sukses menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism.

Show ini diharapkan sales Halal Destination semakin banyak menghasilkan deal. Di Pasar Timur Tengah, dibutuhkan sales untuk percepatan mengejar target kunjungan.

Saat ini banyak airlines yang terbang dari Timur Tengah, dari Emirates, Qatar, Ithad, yang reguler sudah masuk ke tanah air.

“Kami akan mengusulkan penambahan jumlah penerbangan langsung ke Lombok, Bali, Surabaya, Jakarta, Medan, Manado dan Makassar,” katanya.

Pasar outbond halal tourism dari Middle East itu cukup besar, sekitar 140 juta setiap tahunnya. Sebagian besar memilih Eropa. Di Asean pilihan pertama ke Thailand, lalu ke Malaysia, dan saat ini ke Indonesia. Jumlah itu lebih besar daripada pasar China, sekitar 110 juta outbond.

“Middle East juga paling besar membelanjakan uangnya, rata-rata USD 1.750 untuk turis Arab Saudi, dan USD 1.500 untuk Uni Emirat Arab (UEA),” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge