0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Versi Polisi, V Tidak Diperkosa Belasan Pemuda

Korban pemerkosaan di Manado minta keadilan (merdeka.com)

Timlo.net – Dugaan perkosaan yang dialami V (19), gadis Manado, dimentahkan polisi. Hasil penyelidikan menyatakan, pengakuan korban yang menyatakan diperkosa belasan pemuda ternyata tidak terbukti.

“Kami telah mengantar sampai menemukan identitas nama pelaku tersebut. Tetapi nanti itu dari Polda Gorontalo yang akan mengembangkan karena pada awal dilaporkan sama sekali mereka ini tidak disebutkan. Kemudian hal penting yang perlu diketahui kita semua, korban sendiri pun tidak mampu menceritakan bagaimana dia diperkosa dan oleh siapa, siapa, dia tidak tahu. Itu yang bisa kami buat secara maksimal dan mungkin sudah saatnya ini perkara kita limpahkan ke Polda Gorontalo,” kata Direskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi, Rabu (12/5).

Lalu bagaimana kronologi peristiwa ini?

“Pada tanggal 24 Januari M mengajak V ke Gorontalo dan V mengajak Y. Kurang lebih jam 11 malam mereka berangkat dari tempat kerja V di Karaoke B’one. Kami sudah cek maminya di sana, dia membenarkan bahwa V bekerja sebagai ladies lepas. Kemudian mereka berangkat,” papar Pitra.

Dalam perjalanan mereka sempat singgah makan dan melakukan foto selfie. Tiba di Gorontalo, ketiga wanita muda ini dijemput tiga orang pria dan menginap di hotel Misfalah. Aktifitas selanjutnya adalah mendengar lagu dan pesta narkoba menggunakan alat isap. Selama tiga hari di hotel ini, aktivitas yang mereka melakukan yakni makan, clubbing dan pesta sabu.

“Mereka pernah pergi ke suatu tempat istilah mereka lab, kemudian mengonsumsi narkoba jenis inex. Kemudian pada saat itu diduga korban sudah kelebihan sehingga menjadi seperti paranoid dan sering ada hal aneh yang dia perbuat maupun katakan sehingga menimbulkan kekhawatiran,” lanjut Pamen Polri ini.

Akhirnya V memutuskan kembali ke hotel Misfalah. Di tempat ini, lanjut Pitra, korban selalu ditemani Y dan tak pernah meninggalkannya. Y pun membantah jika korban diperkosa belasan pria di hotel tersebut.

“Posisi mereka tidak memperkosa tapi menggunakan narkoba secara bersama-sama. Kemudian mereka menghisap sabu-sabu juga di (tempat) karaoke Inul Vizta di sana. Itu menurut keterangan mereka. Jadi di dua tempat di hotel dan di inul vizta,” terang Pitra.

Kondisi korban yang mengkhawatirkan membuat ketiganya pindah hotel. Di hotel kedua ini lagi-lagi tak ada tindakan pemerkosaan. Memang acap kali kamar hotel tempat ketiganya menginap didatangi pria namun hanya untuk menanyakan keadaan korban. Setelah memberi makanan, mereka lantas pergi. Hal tersebut yang membuat penyidik polisi mengambil kesimpulan bahwa tidak ada unsur pemerkosaan dalam kasus ini.

“Kemudian mereka pulang hari berikutnya hari terakhir tanggal 29. Dalam perjalanan Y dan M sempat menegur korban, kamu pakai pembalut dong karena ternyata diduga korban ini sedang datang bulan sehingga celananya berlumuran darah. Tapi menurut keterangan Y dan M darahnya ini sudah berwarna kehitam-hitaman dan meluber sampai ke celana. dan seperti itu kondisinya selama perjalanan,” paparnya lagi.

Setibanya di Manado, korban beserta Y dan M disambut Decky, penjaga indekos V. Saat itu ada juga rekan korban bernama Okta dan Aura. Saat dimintai keterangan penyidik, ketiganya membenarkan kondisi V yang sedang mengalami haid bahkan mengatakan korban sempat meminta pembalut.

“Awal mulanya kami ingin membantu korban. Kami ingin membuktikan apakah dia diperkosa dan akan menangkap pelakunya kalau memang ada pemerkosaan. Tetapi faktanya kami temukan seperti itu. Yang jelas kami dari penyidik Polda Sulut telah membuat terang perkara ini,” urai Direskrimum.

Hingga proses pelimpahan kasus ke Polda Gorontalo, dirinya menegaskan tak terjadi tindak pemerkosaan. Hal ini berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ada.

Lebih jauh ia menjelaskan, hasil visum yang diperoleh menyatakan ada tanda-tanda kekerasan di tangan korban. Sementara secara kebidanan di alat kemaluan korban terdapat luka lama bukan terjadi pada lantaran hasil pemerkosaan di Gorontalo.

“Dalam proses penyelidikan kami sampai detik ini hanya menemukan ada satu unsur yakni penganiayaan. Oleh karena itu kami penyidik polda sulut menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus penganiayaan,” pungkas dia.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge