0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gajah Panamtu Galak Gara-Gara Birahi Memuncak

Gajah WGM terlihat jinak saat diajak foto bersama (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Gajah Panamtu pembunuh drh Oktavia Esthi Warahapsari (25), sejak dulu berperangai keras. Hal itu diakui pawang gajah berbobot 5,5 ton itu.

“Perangai keras Gajah Panamtu itu diketahui sejak masih menjadi koleksi di obyek wisata Guci, Tegal,” ungkap Dokter Hewan WGM, Eloi Cristy Diareka Pionera, Kamis (12/5).

Sedang perlakuan dan perawatan terhadap gajah Panamtu selama ini, menurutnya sudah sesuai standar. Bahkan tidak pernah diberlakukan secara kasar ketika menjalani pemeriksaan kesehatan maupun perawatan.

“Selama ini kami tidak pernah menggunakan media jarum suntik, tapi dengan cara oral, baik saat memberikan vitamin, obat maupun suplemen,” katanya.

Terkait kemungkinan marahnya Gajah Panamtu saat tragedi berlangsung, rekan dokter Via itu mengatakan, bisa saja lantaran perangai keras ditambah faktor lain, yakni faktor birahi. Pasalnya, gajah jantan itu lebih buas daripada betina ketika tengah birahi. Meledak-ledak tidak kenal waktu. Berbeda dengan gajah betina, ada waktu birahi tertentu.

“Ketika birahi jantan sedang memuncak, sering kali gajah menjadi galak. Malah ada yang sampai menyerang gajah lainnya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge