0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seba Baduy, Tradisi Unik Masyarakat Baduy

Seba Baduy (banten.co)

Timlo.net – Masyarakat adat Baduy Luar dan Baduy Dalam memiliki tradisi unik yang digelar setiap tahun. Tradisi itu, bernama Seba Baduy.

Di 2016 ini, upacara tradisi akan dipusatkan di gedung eks Pendopo Gubernur di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten pada 13 – 15 Mei 2016. Di upacara itu, warga Baduy dalam dan Baduy luar, Banten, akan menempuh perjalanan jauh.

Mereka akan berjalan kaki menempuh jaraksekitar 115 kilometer. Beragam hasil bumi dibawa dalam perjalanan panjang itu.

Semuanya, akan disampaikan kepada kepala pemerintah daerah yang kerap disebut Bapak Gede. Ini bukanlah upeti, melainkan bentuk ketulusan dan keikhlasan semata yang diungkapkan setiap tahun.

“Tahun ini, sebanyak 1.839 warga akan mengikuti tradisi yang diawali dengan mendatangi Kantor Bupati Lebak dan Kantor Gubernur Banten sebagai ‘Bapak Gede’ . Masyarakat Baduy akan menyerahkan hasilkomoditas pertanian kepada kepala pemerintah daerah di upacara itu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten, Opar Sochari, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Kamis (12/5).

Ritual tahunan masyarakat adat Baduy menjadi salah satu objek wisata budaya di Banten, yang sudah terkenal tidak hanya di dalam negeritetapi sampai mancanegara.

Perayaan Seba Baduy sampai sekarang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Baduy Dalam yang berpakaian khas putih-putih dan masyarakat Baduy Luar yang berpakaian hitam-hitam. Perjalanan saat upacara ditempuh lebih kurang 12 jam.

Warga Baduy yang ikut dalam Seba, semuanya laki-laki. Kaum hawa dilarang ikut. Perayaan Seba Baduy, biasanya dilakukan setelah warga baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Kawasan masyarakat Baduy dalam yang tersebar di tiga kampung, yakni Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana, saat ritual kawalu biasanya tertutup bagi wisatawan atau pengunjung. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge