0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Daging Lokal Mahal, Penjual Bakso Pilih Pakai Daging Impor

Penjual bakso (merdeka.com)

Timlo.net – Harga daging sapi lokal terus meroket naik beberapa waktu belakangan. Efek naiknya harga, banyak pedagang bakso menyatakan akan menggunakan daging sapi impor yang harganya berada di bawah harga daging lokal.

“Untuk daging impor ini kami sudah bekerja sama dengan Bulog dan PT Berdikari. Menurut jadwal, akhir bulan Mei impor dari daging Australia akan datang,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso (Apmiso) Jawa Tengah, Lasiman, Kamis (12/5).

Meski siap menggunakan daging sapi impor, jika harga terlalu mahal maka pihaknya akan menolak. Lasiman mengatakan acuan harga yang digunakan khusus untuk daging sapi impor ini Rp 65.000 per Kilogram sudah sampai di Semarang.

“Daging ini khusus untuk pembuatan bakso. Untuk konsumsi satu harinya khusus Semarang saja bisa mencapai lima ton,” katanya.

Dari sisi kualitas, Lasiman mengatakan daging impor juga tidak kalah baik dengan daging lokal. Meski datang dalam bentuk beku, daging sapi impor ini adalah jenis daging kering.

“Daging jenisnya ada dua, yaitu daging basah dan kering. Kalau untuk yang basah ini tidak baik digunakan untuk pembuatan bakso,” katanya.

Menurut dia, selama memiliki kualitas baik dan harga sesuai dengan acuan, pihaknya menjamin para pedagang siap membeli sebanyak apapun daging yang didatangkan.

“Meski demikian, kami tetap menyarankan para pedagang bakso se-Jawa Tengah, selagi harga daging lokal terjangkau pakailah daging lokal,” katanya.

Saat ini harga daging sapi lokal di kisaran Rp 110.000 per kilogram. Bagi sebagian pedagang, harga ini terlalu tinggi mengingat satu porsi bakso masih dihargai Rp 10.000.

“Idealnya, dengan harga daging tersebut, harga satu porsi bakso di kisaran Rp 12.000. Ini sudah harga minimal,” jelas dia.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge