0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Persaingan Global, Mahasiswa Didorong Miliki Kemampuan Lebih

Deputi IV Komunikasi Politik dam Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Bangsa Indonesia dinilai terlambat dalam mengatasi persaingan global saat ini. Terbukti, penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sempat menjadi momok lantaran kurang siapnya pemerintah untuk menghadapi pasar bebas dikawasan Asean.

“Namun, bagaimanapun juga Bangsa Indonesia harus siap menghadapi pasar bebas saat ini,” terang Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Desiminasi Informasi, Eko Sulistyo dalam seminar nasional bertajuk “Sanskerta” Semarak Sejarah Kebudayaan yang digelar di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (11/5).

Eko mengatakan, saat ini persaingan Bangsa Indonesia mulai mengejar ketertinggalan dengan sejumlah penerapan kebijakan dari pemerintah. Salah satunya, adalah proyek dwelling time yang sebelumnya dikerjakan selama berminggu-minggu kini kurang dari empat hari. Meski begitu, proses dwelling time yang dilakukan oleh Indonesia masih kalah dengan negara Singapura dan Malaysia. Mereka dapat mengerjakan, hanya dalam hitungan jam.

“Saat ini terus dibenahi, supaya dapat bersaing dengan bangsa lainya,” jelas Eko.

Tak hanya itu, persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Bangsa Indonesia juga masih kalah dengan bangsa lain dikawasan Asean. Persiapan SDM juga menjadi penentu dalam MEA yang mulai diberlakukan saat ini.

“SDM yang unggul, pasti dapat berdampak pada produk yang dihasilkan,” kata Eko.

Dirinya berharap, para mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di bangku perkuliahan mampu mencari ilmu tambahan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan global saat ini.

“Mau tidak mau, Bangsa Indonesia didorong untuk memiliki kemampuan lebih supaya memiliki daya saing dengan bangsa-bangsa yang lain,” kata Eko.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge