0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jukir Didorong Jadi Pengusaha

Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Solo, M Usman, mengarahkan petugas parkir agar tidak memarkir kendaraan di akses utama pasar klewer sementara (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran Solo mendorong juru parkir di Solo untuk menjadi wirausaha. Inisiatif tersebut sebagai antisipasi dampak penguranan juru parkir di Solo yang tengah digodok di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo.

“Minimal 65 persen juru parkir kita dorong supaya jadi pengusaha di kampung masing-masing, kita akan fasilitasi dengan pelatihan dan permodalan,” kata Kepala UPTD Perparkiran, M Usman.

Untuk mencapai target tersebut, Dishubkominfo saat ini tengah menyusun rencana induk penataan parkir di Solo. Rencana tersebut nantinya akan menjadi rujukan pengembangan perparkiran di Solo termasuk pembangunan lahan parkir dan kebutuhan riil juru parkir di lapangan.

“Setelah siap semua, gedung parkir sudah dibangun, kita akan mulai kurangi jumlah juru parkir,” kata dia.

Saat ini, menurut Usman, jumlah juru parkir di Solo sudah terlalu banyak. Dengan luas hanya 46,01 km, Solo memiliki 3.500-an juru parkir yang terdaftar di Perparkiran. Sementara Surabaya yang luasnya 374,8 km persegi hanya memiliki sekitar 1.500 juru parkir.

“Dari total juru parkir di Solo itu 60 persen yang benar-benar juru parkir. Selebihnya, hanya sebagai pekerjaan sampingan. Jadi sebenarnya mereka sudah punya pekerjaan lain atau bahkan usaha sendiri,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge