0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Majukan Wisata, Solok-Solok Selatan Mulai Bersolek

(pariwisatasolokselatan.blogspot.com)

Timlo.net – Gerakan memajukan sektor pariwisata Sumatera Barat terus menggelinding. Solok Selatan dan Solok berkomitmen membenahi destinasi wisata di daerah itu. Potensinya dinilai sangat besar, namun selama ini minim ekspos dan kurang dipasarkan para travel agent.

“Solok Selatan dan Solok punya banyak tempat yang eksotis, perpaduan antara keindahan alam dan bangunan, wisata kuliner yang mendunia, budaya dan adat istiadat yang unik serta penuh warna juga wisata sejarah,” terang Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Rabu (11/5).

Menurut Muzni, Solok Selatan yang berada di gugusan Bukit Barisan itu memiliki alam yang masih perawan. Ada Istana Raja Alam Surambi Sungai Pagu yang bisa dinikmati. Belum lagi eksotisme Perkampungan Seribu Rumah Gadang.

Demikian juga dengan perkebunan teh yang berada di kaki Gunung Kerinci. Pesona alamnya makin terasa komplit lantaran kawasan ini juga dibalut sejumlah air terjun. Ada air terjun Tansi Ampek, air terjun Timbuln serta Air Malanca yang bisa dinikmati wisatawan. Belum lagi, eksotisme Danau Bontak di kaki Gunung Kerinci, Air Panas Sapan, goa di beberapa tempat serta arena arung jeram di Sungai Batang Sangir dan Sungai Batang Bangko.

“Travel agent ingin mengetahui apa saja objek wisata di Solok Selatan yang sudah layak dipasarkan dan siapa target wisatawannya. Jika belum siap, bagaimana upaya bersama untuk membenahinya? Ternyata objek wisata di sini banyak yang bagus-bagus dan menarik untuk dikemas jadi paket wisata,” ujar Ketua DPD Asosiasi Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA) Sumbar, Arlan Dikusnata.

Dari catatannya setelah menyusuri sejumlah objek wisata, terungkap beberapa hal yang perlu dibenahi. Misalnya kawasan Seribu Rumah Gadang. Kawasan ini dinilai sudah layak untuk dipasarkan ke wisatawan. Namun, toilet dan kebersihan harus dibenahi.

Disbudpar Solok Selatan juga diharapkan bisa cepat membuat cerita dari setiap objek wisata yang ada. Misal, konon ada rumah gadang yang selesai dibangun dalam semalam, berikut nama dan legendanya.

“Cerita tersebut bisa dijual tour operator dan menarik wisatawan datang ke Solok Selatan,” katanya.

Hal penting lainnya yang harus jadi perhatian adalah ketiadaan rambu-rambu sebelum dan saat masuk beberapa objek wisata.

“Yang paling berat adalah masalah buruknya akses jalan ke Solok Selatan via Solok, terutama kalau bawa rombongan besar dan pakai bus. Apalagi jarak Padang-Muaralabuh cukup jauh. Saya harap sebelum even Tour de Singkarak, benar-benar sudah selesai diperbaiki,” harapnya.

Untuk memenuhi standar pelayanan yang nyaman bagi wisata, para pegiat wisata dan ASITA Sumbar mengaku siap memberikan pelatihan. Utamanya bagi pemandu wisata lokal yang menguasai situasi, kondisi dan cerita tentang objek wisata.

“ASITA bersama para pegiat wisata di Solok Selatan siap memberikan training Bahasa Inggris praktis untuk pemandu dan pemilik homestay,” katanya.

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria berjanji membantu semaksimal mungkin program dan kegiatan pemberdayaan sadar wisata di Solok Selatan.

“Sejumlah catatan itu menjadi PR bagi kami. Akan segera kami benahi,” terang Muzni.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge