0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Juni, 12 Proyek Jalan di Boyolali Mulai Dikerjakan

dok.timlo.net/nanin
Jalur menuju ke Asrama Haji Donohudan rusak parah segera dilakukan perbaikan tahun ini (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sebanyak 12 proyek jalan direncanakan bakal dimulai pengerjaanya pada bulan Juni tahun ini. Untuk saat ini, ke 12 proyek jalan tersebut masuk dalam dokumen kualifikasi proses lelang.

“Bulan Mei ini lelang sudah harus selesai, sehingga juni bisa segera dikerjakan,” kata Kabid Bina Marga DPU dan ESDM Boyolali, Nyoto Widodo, Rabu (11/5).

Dari 12 proyek jalan tersebut, 11 proyek sudah masuk lelang. Antara lain,  peningkatan jalan Mangu-Nogosari senilai Rp 949,5 juta, ruas jalan Asrama Haji-Dukuh Gorongan, Ngemplak senilai Rp 1,12 miliar, jalan Giriroto-Gumukrejo senilai Rp 1,49 miliar, ruas jalan Cermo-Kaliwungu Rp 948,6 juta, jalan Karangjati-Gebang Simo Rp 1,44 miliar, Juwangi-Kedungombo Rp 948,6 juta, Simo-Papringan Rp 1,47 miliar, Donohudan-Gagaksipat Rp 2,23 miliar, Mangu-Ngemplak Rp 5,51 miliar, Jrebeng-Repaking Rp 4 miliar, Tegalrayung-Bendungan Simo Rp 4,5 miliar, dan pemeliharaan berkala ruas jalan Simo-Pentur senilai Rp 967,78 juta.

Namun diakui Nyoto, masih ada proyek jalan yang belum dilelang, di antaranya Ketitang-Donohudan Rp 4,582 miliar, Kacangan-Kedungrejo Rp 6,088 miliar, dan Randusari-Kopen Teras Rp 5,386 miliar.

“Lelang dilakukan bertahap, karena keterbatasan petugas,” tambahnya.

Sementara untuk proyek jalan tersebut sebagian besar akan dibangun dengan sistim rigid beton. Terutama bagi jalan yang sering dilalui truk pasir. Meski anggaran sangat mahal dibanding menggunakan aspal, namun jalan lebih tahan lama. Dijelaskan untuk perbandingan anggaran yang diperlukan adalah Rp 1 miliar untuk 400 meter hingga 500 meter jalan. Sedangkan untuk konstruksi aspal, anggaran Rp 1 miliar bisa untuk memperbaiki 750 meter dengan lebar jalan 5 meter.

“Pembangunan jalan memang kita fokuskan dengan rigid beton,” ungkapnya.

Salah satu pengguna jalan Ketitang-Donohudan, Heru (28), prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah. Kondisi jalan makin remuk akibat terus dilewati truk bermuatan pasir. Apalagi saat musim haji, jalur tersebut menjadi sangat padat karena dilewati bus rombongan haji dari wilayah Demak, Grobogan dan Kudus.

“Warga sering harus nambal dengan material seadanya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge