0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Kondisi Dokter Oktavia Saat Diinjak Gajah Berbobot 5,5 Ton

dok.timlo.net/tarmuji
Gajah Panamtu dan Gajah Sari di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tewasnya dokter hewan (drh) Oktavia Esti Wara Hapsari (25) diduga akibat diamuk gajah asuhannya, di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri. Gajah jantan bernama Panamtu yang berbobot 5,5 ton diduga melilit dan membanting tubuh dokter muda ini hingga berujung maut.

“Dari hasil visum diketahui ada luka di dada dan perut sobek, punggung luka menganga dan ada bagian kepala juga mengalami luka. Juga ada beberapa tulang rusuk yang patah,” ungkap Dirut RSUD Sudiran Mangun Sumarso, Setyorini melalui Wakil Direktur RSUD Dr Pratikto Widodo, Rabu (11/5).

Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban dibawa menggunakan truk warna merah. Karena truk tidak muat parkir di depan pintu UGD, jadi parkir di halama UGD. Maka dokter jaga yang naik ke bak truk untuk memeriksa kondisi korban, tapi korban sudah meninggal dunia, lalu jenazahnya dibawa ke kamar mayat,” ujarnya.

drh Oktavia Esti Wara Hapsari(25) merupakan lulusan UNAIR tahun 2013 silam. Dia bekerja di WGM sekitar enam bulan lalu sebagai tenaga kontrak khusus merawat gajah hibah dari BKSD Jateng.

Sedang saat kejadian, Rabu (11/5) pukul 07.30 WIB, korban bersama beberapa rekannya melakukan kebiasaan rutin yakni mengajak jalan-jalan Gajah Panamtu sebagai upaya latihan pengenalan lingkungan. Bahkan sebelumnya Panamtu sempat diberi makan dan dimandikan.

Selama merawat Gajah Panamtu, dokter hewan tersebut pun sudah akrab dan belum pernah ada konflik dengan gajah terbesar se-Jawa itu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge